Tampilkan postingan dengan label sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sholat. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Doa setelah wudhu

Sunnah yang jarang dipraktekkan : mengucapkan doa setelah wudhu,

“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu anlaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaih,

Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Doa ini juga merupakan doa penutup majelis.

Sabtu, 04 November 2017

Niat SHOLAT

Download Video nya untuk lebih jelas nya<b><a href="http://carasholat.com/tata-cara-niat-dalam-shalat-sesuai-sunnah-nabi/"> Download Disini </a></b><br/><br/><b>1. Niat ikhlas </b>dalam ibadah adalah bagian dari rukun diterimanya ibadah. Nabishallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Semua amal tergantung pada niatnya." <b>(HR. Bukhari)<br/><br/>2. Niat adalah amal yang tempatnya di hati. </b>Oleh karena itu, tidak boleh me-lafal-kan niat dalam melakukan ibadah apapun. Termasuk shalat.<br/><br/>Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, orang yang paling sempurna ibadahnya, tidak pernah mengajarkan maupun mengamalkan lafal niat dalam ibadah apapun. Maka perbuatan me-lafal-kan niat termasuk diantara perbuatan yang menyelisihi ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/><b>3. Selama sudah ada lintasan hati </b>untuk melakukan shalat tertentu maka ini sudah dianggap berniat. Oleh karena itu, yang perlu dihadirkan dalam hati ketika hendak shalat adalah:<br/><br/>Shalat karena mengikuti perintah Allah dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Nama shalat yang hendak dikerjakan, misalnya shalat dzuhur atau asar.<br/><br/><b>4. Berubah niat di tengah-tengah shalat</b> Berubah niatdari shalat tertentu ke shalat tertentu yang lain, hukumnya tidak boleh.<br/><br/><b>Contoh;</b><ol> Adi tidak bisa shalat dzuhur karena sedang di kendaraan. Adi baru bisa shalatdi waktu asar. Ketika sampai rumah di waktu asar, Adi shalat4 rakaat dengan niat shalat asar.<br/><br/>Di tengah-tengah shalat dia teringat belum shalat dzuhur. Maka Adi tidak boleh tetap shalat dengan mengubah niatnya semula menjadi niat shalat dzuhur. Namun Adi harus membatalkan shalatnya dan memulai shalat lagi dengan niat shalat dzuhur.</ol><br/><br/><b>Berubah niat dari shalat mutlak ke shalat tertentu, hukumnya tidak boleh. </b><br/><br/>Contoh; <ol>Ari shalat mutlak pada jam 9 pagi. Kemudian dia teringat bahwasanya ini adalahwaktu untuk shalat duha. MakaAri tidak boleh mengubah niatnya menjadi shalat dluha.<br/><br/>Namun jika Ari ingin shalat duha maka dia mulai shalat dari awal dengan niat shalat dlha.</ol><br/><br/><b>Berubah niat dari shalat tertentu ke shalat mutlak,</b> hukumnya boleh dan shalat sah.<br/><br/><b> Contoh; </b><ol>Budi memiliki kebiasaan shalat sunah rawatib di rumahnya. Suatu ketika dia mengerjakan shalat sunah setelah isya' di masjid. Ketika sampai rumah dia lupa kalau dia telah shalat sunah setelah isya'.<br/><br/>Kemudian Budi melakukan shalat 2 rakaat dengan niat shalat sunah setelah isya'. Di tengah shalat dia teringat bahwa dia sudah shalat sunah setelah isya'. Maka Budi boleh langsung mengubah niat shalatnya menjadi shalat mutlak.</ol><br/><br/><b>Catatan: shalat sunah ada dua:</b><br/><br/><ul><li>Shalat sunah <b>Muqayad</b> shalat sunnah yang terikat tempat maupun waktu. Misalnya: shalat duha, rawatib, witir, dll.<br/><br/></li><li>Shalat sunah <b>Mutlak</b> adalah shalat sunnah yang tidak terikat tempat maupun waktu. Maksudnya, yang penting mengerjakan shalat kapanpun dan di manapun selama tidak di waktu atau tempat terlarang.</ul></li><br/><br/><b>Kesalahan Terkait dengan Niat Ketika Shalat </b><br/><br/><b>1. Mengeraskan bunyi niat</b> (melafalkan niat). Al Qodli Abur Rabi' As Syafi'i mengatakan: "Mengeraskan niat dan bacaan di belakang imam bukanlah bagian dari sunah.<br/><br/>Bahkan ini adalah sesuatu yang dibenci. Jika ini mengganggu jamaah shalat yang lain maka hukumnya haram." (Al Qaulul Mubin 91).<br/><br/><b>2. Menyusun kalimat tertentu </b>untuk diucapkan di hati. Misalnya, disusun kalimat, "Saya niat shalat asar karena Allah.." kemudian kalimat ini diucapkan di hati setiap hendak melakukan shalat. Hal ini termasuk bentukmelafalkan niat.<br/><br/><b>3. Meyakini bahwa niat harus berbarengan dengan takbiratul ihram.</b> Keyakinan ini menyebabkan sebagian orang melakukan takbir berulang-ulang karena ragu apakah niatnya sudah bareng dengan takbiratul ihramataukah belum.<br/><br/><b>4. Sering was-was </b>ketika niat. Imam Syafi'i mengatakan: "Was-was ketika niat shalat dan bersuci adalah bentuk kebodohan dengan syariat dan kurang akalnya." (AlQaulul Mubin 93).<br/><br/><b>Catatan: </b><br/>Sebagian orang yang bermadzhab Syafi'iyah salah paham terhadap ucapan Imam Syafi'i. Mereka mengira bahwa Imam Syafi'i mewajibkan me-lafal-kan niat. Imam As Syafi'i mengatakan: "'.shalat itu tidak sah kecuali dengan an-nuthq." (Al Majmu' 3/277).<br/><br/>An Nuthq artinya berbicara atau mengucapkan. Sebagian Syafi'iyah memaknai An Nuthq di sini dengan melafalkan niat. Padahal ini adalah salah paham terhadap maksud beliau rahimahullah.<br/><br/>Dijelaskan oleh An Nawawi bahwa yang dimaksud dengan An Nuthq di sini bukanlah mengeraskan bacaan niat.<br/><br/>Namun maksudnya adalah mengucapkan takbiratul ihram.An Nawawi mengatakan,"Ulama kami (syafi'iyah) mengatakan: orang yang memaknai demikian adalah keliru. Yang dimaksud As Syafi'i dengan An Nuthq ketika shalat bukanlah melafalkan niat namun maksud beliau adalah takbiratul ihram." (Al Majmu' 3/277).<br/><br/>Kesalah-pahaman ini juga dibantah oleh Abul Hasan Al Mawardi As Syafi'i, beliau mengatakan, "Az Zubairi telah salah dalam mentakwil ucapanImam Syafi'i dengan wajibnya mengucapkan niat ketika shalat.<br/><br/><b>Ini adalah takwil yang salah,</b>yang dimaksudkan wajibnya mengucapkan adalah ketika ketika takbiratul ihram." (Al Hawi Al Kabir 2/204).<br/><br/>

Doa Iftitah

<br/>Pada tutorial tata cara shalat yang baik dan benar berikut ini membahas tentang bacaan sholat, yaitu membaca Do'a Iftitah.<br/><br/><b>1. Do'a iftitah disebut juga istiftah</b> adalah do'a yang dibaca setelah takbiratul ihram.<br/><br/><b>2. Ada beberapa macam</b> do'a yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Untuk itu, setiap muslim dianjurkan untukmembaca do'a-do'a tersebut secara bergantian.<br/><br/>Misalnya, shalat subuh membaca do'a iftitah tertentu kemudian shalat dluhur membaca do'a iftitah yang lain.<br/><br/>Dengan demikian semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan lestari dan terjaga.<br/><br/><b>3. Do'a iftitah dibaca pelan,</b> baik makmum, imam, maupun orang yang shalat sendirian.<br/><br/><b>4. Untuk makmum masbuq (ketinggalan)</b> tidak perlu membaca do'a iftitah .<br/><br/><b>5. Macam-macam do'a iftitah: Do'a pertama </b><br/>Allaah-humma baa-'id bai-nii wa bai-na kha-thaa-yaa-ya kamaa baa-'ad-ta bai-nal masy-riqi wal magh-rib. Allaah-humma naqqi-nii min khathaa-yaa-ya kamaa yunaq-qats-tsaubul ab- ya-dlu minad danas. Allaah- hummagh-sil-nii min khathaa- yaa-ya bil maa-i wats-tsalji wal barad.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat.<br/><br/>Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah,bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku denganair, dengan salju dan embun.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Do'a kedua </b><br/>Subhaana-kallaah-hummawa biham-dika wa tabaa-rakas- muka wa ta-'aa-laa jadduka wa laa-ilaaha ghai-ruk.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau<br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani). </ul><br/><br/><b>Do'a ketiga</b> Seperti do'aiftitah di atas, tetapi dengan tambahan bacaan berikut: <br/> Laa-ilaaha-illallaah (3x) <br/>allaahu akbar kabii-raa (3x). </ul></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembahselain Engkau, <br/>Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah(3x), <br/>Allah Maha Besar (3x)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat shalat malam. <br/>(HR. Abu Dauddan dishahihkan Al Albani).<br/><br/><b>Do'a keempat </b><br/>Allaahu akbar kabiiraa walhamdu lillaahi katsiiraa wa subhaa-nallaa-hi buk-rataw wa ashii-laa. <br/></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan MahaSuci Allah pagi dan petang hari) <br/>(HR. Muslim)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda:<br/><br/>"Aku kagum dengan do'a ini. Pintu-pintu langit telah dibuka karena do'a ini." Kata Ibn Umar:"Sejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian Saya tidak pernah meninggalkan do'a ini." <br/>(HR. Muslim)<br/><br/><b>Do'a kelima </b><br/>Al hamdu lil-laahi hamdankatsii-ran thayyi-ban mubaa-rakan fiih</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Segala puji bagi Allah denganpujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya" <br/>(HR. Muslim) <br/><br/>Keterangan: Do'a ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat jamaah. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku melihat 12 malaikat berlomba siapakah di antara mereka yang mengantarkannya (kepada Allah,) <br/>(HR. Muslim).<br/><br/>Do'a-do'a iftitah berikut adalah do'a yang dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam:<br/><br/><b>Do'a keenam </b><br/>Allaa-humma rabba jib-riila wa mii-kaa-iil wa israafiil. Faa-thiras samaa-waati wal ardl. 'aali-mal ghai-bi was syahaa-dah. Anta tahkumubai-na 'ibaa-dik fii-maa kaa-nuu fiihi yakh-tali-fuun. Ihdi-nii limakh-tulifa fiihi minal haqqi bi-idznik. Innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraa-tim mustaqiim.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b><br/>(Ya Allah, Tuhan Malaikat Jibril, Mika'il dan Isrofil, Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang mereka perselisihkan.<br/><br/>Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus<br/><b>Do'a ketujuh </b><br/>Al hamdu lil-laah (10 X) <br/>Allaahu akbar (10 X) <br/>Laa-ilaaha-illallaah (10 X) <br/>Subhaa-nallaah (10 X) <br/>As-tagh-firullaah (10 X) <br/>Allaah-hummagh fir lii wah-dinii war-zuqnii wa 'aa-finii(10 kali) <br/>Allaah-humma innii a-'uudzu bika minad Dhii-qi yaumal hisaab (10 kali) <br/>(HR. Ahmad & Abu Daud dan dishahihkan Al Albani)</ul><br/><br/><b>Do'a kedelapan </b><br/>Allaahu akbar (3 kali) Dzul-malakuut wal jaba-ruut wal kib-riyaa' wal 'a-dza-mah</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). <br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani).</ul><br/><br/><b>Kesalahan bacaan sholat terkait membaca do'a iftitah:</b><br/><ol><li> Tidak membaca do'a iftitahpadahal ada kesempatan untukmembacanya. Karena sikap ini berarti menyia-nyiakan sunah dalam shalat.<br/><br/>Imam Syafi'i rahimahullah mencela sikap orang yang tidak meniru cara shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/></li><li> Makmum yang ketinggalanmenyibukkan diri dengan membaca doa iftitah, padahal imam sudah mau rukuk. Koreksi ini bukanlah saran agardo'a iftitah ini ditinggalkan totalketika menjadi makmum.<br/><br/>Namun jika waktu yang dimilikioleh makmum itu terbatas karena imam sebentar lagi mau rukuk maka sebaiknya makmum mendahulukan yang wajib dari pada yang sunah.<br/><br/>Dan telah diketahui bersama bahwa do'a iftitah hukumnya sunah sedangkan membaca al-fatihah hukumnya wajib. Oleh karena itu, selayaknya makmum yang ketinggalan danimam sudah mau rukuk maka sebaiknya makmum tidak perlumembaca iftitah namun langsung membaca al fatihah.<br/><br/>Dikisahkan bahwa Ibnul Jauzi pernah shalat dibelakang gurunya Abu Bakr Ad Dainuri. Ibnul Jauzi ketinggalan dan imam sudah mau rukuk. TetapiIbnul Jauzi malah sibuk membaca do'a iftitah. Ketika mengetahui hal ini, gurunya menasehatkan:<br/><br/>"Sesungguhnya ulama berselisih tentang wajibnya membaca surat al fatihah di belakang imam, namun merekasepakat bahwa do'a iftitah adalah sunnah. Maka sibukkanlah dirimu dengan yang wajib dan tinggalkanlah yang sunah." (Al Qoulul Mubin, dinukil dari Talbis Iblis).<br/><br/></li><li> Imam membaca do'a iftitahterlalu panjang. Yang lebih tepat adalah selayaknya imam memilih doa iftitah yang pendek.<br/><br/></li><li> Memilih do'a iftitah satu saja dan meninggalkan do'a yang lain. Kemudian do'a yang dipilih tersebut dibaca dalam semua shalat dari sejak SD sampai tua.<br/><br/>Kesalahan ini memberikan dampak buruk sebagai berikut: Sunah adanya bacaan iftitah yang lain menjadi hilang dan tidak lestari. Karena ketika banyak orang meninggalkannya maka orang akan menganggap itu bukan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/>Munculnya sikap fanatisme golongan. Sebagimana yang terjadi di tempat kita. Orang yang iftitahnya: Allaahumma baa'id bainii' dianggap golongan A, sedangkan yang iftitahnya: Allaahu akbar kabiiraa 'dianggap golongan B. Ini adalah musibah yang menimpa kaum muslimin indonesia.</li></ol><br/><br/>Kita ucapkan innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Orang yang shalat menjadi kurang bisa khusyu'. Karena orang yang hafal satu bacaan iftitah saja maka setiap memulai shalat secara otomatis dia akan membaca do'a tersebut tanpa merenungkan terlebih dahulu.<br/><br/>Berbeda dengan orang yang hafal beberapa macam do'a iftitah, maka sebelum membaca dia akan merenungkan terlebih dahulu do'a apa yang harus dia baca.<br/><br/>Semoga tutorial bacaan sholat ini bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin agar dapat mengamalkan dan mempraktekkannya dalam ibadah shalat sehari-hari.<br/><br/>

Doa Iftitah

<br/>Pada tutorial tata cara shalat yang baik dan benar berikut ini membahas tentang bacaan sholat, yaitu membaca Do'a Iftitah.<br/><br/><b>1. Do'a iftitah disebut juga istiftah</b> adalah do'a yang dibaca setelah takbiratul ihram.<br/><br/><b>2. Ada beberapa macam</b> do'a yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Untuk itu, setiap muslim dianjurkan untukmembaca do'a-do'a tersebut secara bergantian.<br/><br/>Misalnya, shalat subuh membaca do'a iftitah tertentu kemudian shalat dluhur membaca do'a iftitah yang lain.<br/><br/>Dengan demikian semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan lestari dan terjaga.<br/><br/><b>3. Do'a iftitah dibaca pelan,</b> baik makmum, imam, maupun orang yang shalat sendirian.<br/><br/><b>4. Untuk makmum masbuq (ketinggalan)</b> tidak perlu membaca do'a iftitah .<br/><br/><b>5. Macam-macam do'a iftitah: Do'a pertama </b><br/>Allaah-humma baa-'id bai-nii wa bai-na kha-thaa-yaa-ya kamaa baa-'ad-ta bai-nal masy-riqi wal magh-rib. Allaah-humma naqqi-nii min khathaa-yaa-ya kamaa yunaq-qats-tsaubul ab- ya-dlu minad danas. Allaah- hummagh-sil-nii min khathaa- yaa-ya bil maa-i wats-tsalji wal barad.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat.<br/><br/>Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah,bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku denganair, dengan salju dan embun.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Do'a kedua </b><br/>Subhaana-kallaah-hummawa biham-dika wa tabaa-rakas- muka wa ta-'aa-laa jadduka wa laa-ilaaha ghai-ruk.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau<br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani). </ul><br/><br/><b>Do'a ketiga</b> Seperti do'aiftitah di atas, tetapi dengan tambahan bacaan berikut: <br/> Laa-ilaaha-illallaah (3x) <br/>allaahu akbar kabii-raa (3x). </ul></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembahselain Engkau, <br/>Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah(3x), <br/>Allah Maha Besar (3x)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat shalat malam. <br/>(HR. Abu Dauddan dishahihkan Al Albani).<br/><br/><b>Do'a keempat </b><br/>Allaahu akbar kabiiraa walhamdu lillaahi katsiiraa wa subhaa-nallaa-hi buk-rataw wa ashii-laa. <br/></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan MahaSuci Allah pagi dan petang hari) <br/>(HR. Muslim)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda:<br/><br/>"Aku kagum dengan do'a ini. Pintu-pintu langit telah dibuka karena do'a ini." Kata Ibn Umar:"Sejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian Saya tidak pernah meninggalkan do'a ini." <br/>(HR. Muslim)<br/><br/><b>Do'a kelima </b><br/>Al hamdu lil-laahi hamdankatsii-ran thayyi-ban mubaa-rakan fiih</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Segala puji bagi Allah denganpujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya" <br/>(HR. Muslim) <br/><br/>Keterangan: Do'a ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat jamaah. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku melihat 12 malaikat berlomba siapakah di antara mereka yang mengantarkannya (kepada Allah,) <br/>(HR. Muslim).<br/><br/>Do'a-do'a iftitah berikut adalah do'a yang dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam:<br/><br/><b>Do'a keenam </b><br/>Allaa-humma rabba jib-riila wa mii-kaa-iil wa israafiil. Faa-thiras samaa-waati wal ardl. 'aali-mal ghai-bi was syahaa-dah. Anta tahkumubai-na 'ibaa-dik fii-maa kaa-nuu fiihi yakh-tali-fuun. Ihdi-nii limakh-tulifa fiihi minal haqqi bi-idznik. Innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraa-tim mustaqiim.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b><br/>(Ya Allah, Tuhan Malaikat Jibril, Mika'il dan Isrofil, Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang mereka perselisihkan.<br/><br/>Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus<br/><b>Do'a ketujuh </b><br/>Al hamdu lil-laah (10 X) <br/>Allaahu akbar (10 X) <br/>Laa-ilaaha-illallaah (10 X) <br/>Subhaa-nallaah (10 X) <br/>As-tagh-firullaah (10 X) <br/>Allaah-hummagh fir lii wah-dinii war-zuqnii wa 'aa-finii(10 kali) <br/>Allaah-humma innii a-'uudzu bika minad Dhii-qi yaumal hisaab (10 kali) <br/>(HR. Ahmad & Abu Daud dan dishahihkan Al Albani)</ul><br/><br/><b>Do'a kedelapan </b><br/>Allaahu akbar (3 kali) Dzul-malakuut wal jaba-ruut wal kib-riyaa' wal 'a-dza-mah</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). <br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani).</ul><br/><br/><b>Kesalahan bacaan sholat terkait membaca do'a iftitah:</b><br/><ol><li> Tidak membaca do'a iftitahpadahal ada kesempatan untukmembacanya. Karena sikap ini berarti menyia-nyiakan sunah dalam shalat.<br/><br/>Imam Syafi'i rahimahullah mencela sikap orang yang tidak meniru cara shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/></li><li> Makmum yang ketinggalanmenyibukkan diri dengan membaca doa iftitah, padahal imam sudah mau rukuk. Koreksi ini bukanlah saran agardo'a iftitah ini ditinggalkan totalketika menjadi makmum.<br/><br/>Namun jika waktu yang dimilikioleh makmum itu terbatas karena imam sebentar lagi mau rukuk maka sebaiknya makmum mendahulukan yang wajib dari pada yang sunah.<br/><br/>Dan telah diketahui bersama bahwa do'a iftitah hukumnya sunah sedangkan membaca al-fatihah hukumnya wajib. Oleh karena itu, selayaknya makmum yang ketinggalan danimam sudah mau rukuk maka sebaiknya makmum tidak perlumembaca iftitah namun langsung membaca al fatihah.<br/><br/>Dikisahkan bahwa Ibnul Jauzi pernah shalat dibelakang gurunya Abu Bakr Ad Dainuri. Ibnul Jauzi ketinggalan dan imam sudah mau rukuk. TetapiIbnul Jauzi malah sibuk membaca do'a iftitah. Ketika mengetahui hal ini, gurunya menasehatkan:<br/><br/>"Sesungguhnya ulama berselisih tentang wajibnya membaca surat al fatihah di belakang imam, namun merekasepakat bahwa do'a iftitah adalah sunnah. Maka sibukkanlah dirimu dengan yang wajib dan tinggalkanlah yang sunah." (Al Qoulul Mubin, dinukil dari Talbis Iblis).<br/><br/></li><li> Imam membaca do'a iftitahterlalu panjang. Yang lebih tepat adalah selayaknya imam memilih doa iftitah yang pendek.<br/><br/></li><li> Memilih do'a iftitah satu saja dan meninggalkan do'a yang lain. Kemudian do'a yang dipilih tersebut dibaca dalam semua shalat dari sejak SD sampai tua.<br/><br/>Kesalahan ini memberikan dampak buruk sebagai berikut: Sunah adanya bacaan iftitah yang lain menjadi hilang dan tidak lestari. Karena ketika banyak orang meninggalkannya maka orang akan menganggap itu bukan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/>Munculnya sikap fanatisme golongan. Sebagimana yang terjadi di tempat kita. Orang yang iftitahnya: Allaahumma baa'id bainii' dianggap golongan A, sedangkan yang iftitahnya: Allaahu akbar kabiiraa 'dianggap golongan B. Ini adalah musibah yang menimpa kaum muslimin indonesia.</li></ol><br/><br/>Kita ucapkan innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Orang yang shalat menjadi kurang bisa khusyu'. Karena orang yang hafal satu bacaan iftitah saja maka setiap memulai shalat secara otomatis dia akan membaca do'a tersebut tanpa merenungkan terlebih dahulu.<br/><br/>Berbeda dengan orang yang hafal beberapa macam do'a iftitah, maka sebelum membaca dia akan merenungkan terlebih dahulu do'a apa yang harus dia baca.<br/><br/>Semoga tutorial bacaan sholat ini bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin agar dapat mengamalkan dan mempraktekkannya dalam ibadah shalat sehari-hari.<br/><br/>

Bacaan doa Duduk Tasyahud Awal/Akhir

<b> Bacaan doa Duduk Tasyahud Awal: </div><hr/><div class="list2"></b>5.Juni.2013<br/><br/><b>1. Bacaan ketika duduk tasyahud awal ada 2 : </b> bacaan tasyahud dan bacaan shalawat<br/><br/><b>2. Bacaan doa tasyahud hukumnya wajib, </b>berdasarkan perintah Nabishallallahu 'alaihi wa sallam, dalam hadis, "Apabila kalian duduk setelah mendapat 2 rakaat, ucapkanlah: At-TahiyatuLillaah, was shalawatu wat Thayyibaatc" (HR. Ahmad, An-Nasai, dan dishahihkan Al-Albani).<br/><br/><b>3. Sedangkan bacaan shalawat ketika tasyahud awal hukumnya anjuran dan tidak wajib.</b> Sebagaimana keterangan Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarh Muntaqal Akhbar.<br/><br/><b>4. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan berbagai macam lafadz tasyahud. </b> Sikap yang benar adalah mengamalkannyasecara bergantian. Agar kita bisa mengamalkan semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan melestarikannya, sehingga tidak dilupakan.<br/><br/>Berikut beberapa bacaan tasyahud yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabat,<br/><br/><b>a. Bacaan tasyahud Ibnu Mas'ud ,</b>Ibnu Mas'ud mengatkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran. Bacaannya:<br/><br/>ATTAHIYYATU LILLAH, WAS SHALAWAATU WAT THAYYIBAAT, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Bukhari dan Muslim)<br/><br/><b>b. Bacaan tasyahud Ibnu Abbas ,</b> Ibnu Abbas mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajari kami bacaan tasyahud berikut,<br/><br/>ATTAHIYYATUL MUBAARAKAATUS SHALAWAATUT THAYYIBAATU LILLAAH, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAAH (HR. Muslim dan Abu Daud)<br/><br/><b>c. Bacaan tasyahud Ibnu Umar, </b> Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa tasyahud berikut,<br/><br/>ATTAHIYYATU LILLAH, AS- SHALAWAATUT T-THAYYIBAAT, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAH, WA ASY- HADUANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>d. Bacaan tasyahud Umar bin Khatab, </b> Khalifah Umarbin Khatab pernah berkhutbah mengajarkan tasyahud berikut,<br/><br/>ATTAHIYYATU LILLAH, AZ- ZAAKIYAATU LILLAH, AT- THAYYIBAATUS SHALAWAATU LILLAAH. ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI. ASSALAAMU'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL- LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Malik dalam Al-Muwatha', Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf, dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>e. Bacaan tasyahud Abu Musa, </b> Dari Abu Musa, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika kalian duduk tasyahud, pertama yang hendaknya dia baca:<br/><br/>ATTAHIYYATUT THAYYIBAATUS SHALAWAATU LILLAH, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH.<br/><br/><b>f. Bacaan tasyahud A'isyah </b>Dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa A'isyah mengajari beliau lafadz tasyahud,<br/><br/>ATTAHIYYATUT THAYYIBAATUS SHALAWAATUZ ZAAKIYAATU LILLAH, ASSALAAMU 'ALA' NABIY WA RAHMATULLAH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL- LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>5. Dianjurkan untuk membaca shalawat setelah membaca tasyahud,</b> sebagaimana hal ini pernah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau duduk tasyahud awal. (HR. Abu Awanah, An-Nasai dan dishahihkan Al-Albani).<br/><br/><b>6. Dibolehkan untuk berdoa apapun</b> setelah membaca tasyahud dan shalawat pada saat duduk tasyahud awal. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,<br/><br/>Bacalah ketika tasyahud awal:"ATTAHIYYATU LILLAH, WAS SHALAWAATU WAT THAYYIBAAT kemudian pilihlah doa yang kalian inginkan, dan bacalah doa itu." (HR. Bukhari) Misalnya, ketika setelah membaca doa tasyahud, shalawat, kemudian kita membaca doa Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah dst.<br/><br/><b>7. Setelah tasyahud awal, bangkit ke rakaat ketiga</b> dengan bertumpu pada kedua tangan.<br/><br/>www.CaraSholat.com<br/><br/><br /><br />link lama ; saffar.xtgem.com

Do'A Duduk Diantara Dua Sujud :

<b> Do'A Duduk Diantara Dua Sujud : </div><hr/><div class="list2"></b>19.Maret.2013<br/><br/>Doa ketika Duduk di Antara DuaSujud Ada beberapa doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika duduk diantara dua sujud, berikut diantaranya,<br/><br/><b> Pertama :<br/></b>Rabbigh-fir lii, war hamnii, waj-bur nii, war-fa'-nii, wah-di- nii, wa 'aafi-nii, war-zuq-nii<br/><br/><b>Kedua :<br/></b>Rabbigh-fir lii.., Rabbigh-fir lii..<br/><br/>Kesalahan ketika Duduk di Antara Dua Sujud<br/><br/><b>1. Tidak thumakninah</b> ketika duduk di antara dua sujud, padahal thumakninah dalam setiap rukun shalat merupakan rukun dalam shalat. Sehingga tidak thumakninah ketika duduk di antara dua sujud, bisa membatalkan shalat.<br/><br/><b>2. Tidak menegakkan punggung ketika duduk</b> di antara dua sujud. Padahal, dia mampu untuk duduk dengan tegak sempurna. Perbuatan semacam ini termasuk membahayakan shalat,<br/><br/>karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada orang yang shalatnya batal untuk melakukan gerakanrukun shalat dengan sempurna. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang cara shalat yang sempurna, "Kemudian dia membaca 'Allahu akbar' dan mengangkat kepalanya sampaitegak sempurna."<br/><br/><b>3. Meninggalkan sunah ketika duduk</b> di antara dua sujud. Di antara sunah yang banyak ditinggalkan adalah 'memperlama duduk di antara dua sujud'. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang memperlama duduk di antara dua sujud, sampai makmum mengatakan, 'Beliau lupa.'<br/><b>(H.R. Bukhari)</b><br/><br/>Ibnul Qayyim mengatakan,"Sunah semacam ini ditinggalkan banyak orang setalah berakhirnya zaman para sahabat." (Zadul Ma'ad, 1/230)<br/><br/>sumber :<br/>www.CaraSholat.com<br/><br/>

Bacaan Sujud :

<b> Bacaan Sujud : </div><hr/><div class="list2"></b>6.Maret.2013<br/><br/>Ada beberapa doa dan bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam ketika sujud. Sikap yang tepat adalah mengamalkannya secara bergantian.<br/><br/>Misalnya pada saat shalat subuh kita membaca doa sujud1, ketika shalat dzuhur membaca doa sujud 2, dst. Sehingga semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kita amalkan dan ajaran beliau menjadi lestari. Berikut beberapa doa sujud yang sesuai sunah:<br/><br/><b>Pertama : </b><br/>Subhaana rabbiyal a'laa (3 kali)<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Sci Rabbku Yang MahaTinggi 3x<br/><br/>Beliau pernah membaca doa ini berulang-ulang ketika sujud shalat malam, sehingga sujud beliau hampir sama lamanya dengan berdiri beliau.<hr/><br/><br/><b>Kedua : </b><br/>Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih (3 kali)<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Sci Rabbku Yang MahaTinggi dan aku memujiNYA. 3x<br/><hr/><br/><b>Ketiga : </b><br/>Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh<br/><br/>Yang dimaksud ruuh dalam doa ini adalah Malaikat Jibril<br/><hr/><br/><b>Keempat : </b><br/>Subhaa-nakallahumma rabbanaa wa biham-dika allaahum-maghfir-lii<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.<br/><br/>Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam banyak membaca doa ini dalam rukuk dan sujudnya, setelah turun surat An-Nashr. Beliau lakukan demikian, dalamrangka mengamalkan perintah di akhir surat An-Nashr. (HR. Bukhari)<br/><hr/><br/><b>Kelima : </b><br/>Allahummagh-fir-lii dzan-bii kullahuu, diqqahuu, wa jullahuu, wa awwa-lahuu, wa aa-khirahuu, wa 'alaa-niya-tahuu wa sirrahuu<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi.<br/><hr/><br/><b>Keenam : </b><br/>Allahumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, wa laka aslam-tu. Sajada wajhii lilladzii khala-qahuu, wa shawwa-rahuu, wa syaqqa sam'ahuu wa basharahuu, tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin.</b><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, kepadaMU-lah aku bersujud, kepadaMU aku beriman dan kepadaMU-lah aku menyerahkan diriku. Dan Engkaulah Robbku. Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakan dan membentuknya, maka baikkanlah bentuknya; dan Yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat. Maka Maha Suci Allah sebaik-baiknya pencipta.<br/><hr/><br/><b>Ketujuh : </b><br/>Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa, wal 'adzamah<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan.</b><br/><br/>Doa sujud ini pernah beliau baca ketika shalat malam. Beliau mengulang-ulang lama sekali. Karena ketika berdiri, beliau membaca surat Al- Baqarah.<br/><br/>Ada juga beberapa doa sujud yang khusus dibaca ketika shalat malam. Berikut diantaranya,<br/><hr/><br/><b>Pertama : </b><br/>Subhaanaka allahumma wa bihamdika laa ilaaha illa anta<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan aku memujiMU. Tidak ada Robb selain Engkau.</b><br/><hr/><br/><b>Kedua : </b><br/>Allahummagh-firlii maa asrar-tu wa maa a'lantu<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, ampunilah aku dari apa- apa yang aku sembunyikan dan yang aku nyatakan.</b><br/><hr/><br/><b>Ketiga : </b><br/>Allahumma innii a-'uudzu bi ridhaa-ka min sakhatik, wa bi mu'aafatika min 'uquubatik, wa a-'uudzu bika min-ka, laa uh-shii tsa-naa-an 'alaika anta, kamaa ats-naita 'alaa nafsik<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridhoMU dari kemurkaanMU, dan aku berlindung dengan perlindunganMU dari siksaMU, dan aku berlindung denganMU dariMU. Aku tidak menghitung- hitung pujian kepadaMU, Engkau sebagaimana yang Engkau pujikan kepadaMU.<br/><hr/><br/>Berdasarkan keterangan A'isyah, doa ini dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sujud pada saat shalat malam.<br/><br/>Sumber :<br/>www.CaraSholat.com<br/><br/>

Do'a Bacaan Rukuk

<b> Do'a Bacaan Rukuk : </div><hr/><div class="list2"></b>kuTulis 11-Januari-2013<br/><br/><b>1. Ada banyak model bacaan rukuk</b> yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian.Misalnya ketika rukuk shalat subuh baca lafal A, rukuk shalat dzuhur baca lafal B, dst.<br/><br/><b>2. Orang yang shalat, hanyaboleh membaca bacaan rukuk</b> setelah dia melakukan rukuk sempurna.<br/><br/><b>3. Dibolehkan mengulang-ulang bacaan rukuk,</b> meskipun lebih dari 3 kali, sesuai dengan panjangnya rukuk.<br/><br/><b>4. Orang yang shalat harus membaca bacaan rukuk</b>, meskipun hanya sekali. Karenasebagian ulama menilai bahwabacaan rukuk hukumnya wajib.<br/><br/><b>5. Berikut macam-macam bacaan </b>rukuk <br/><hr/></b>Pertama,:</b><br/>Subhaana rabbiyal adziim <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah)<br/><hr/><br/><b>Kedua, :</b>Subhaana rabbiyal adziim wa bihamdih<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung, dan aku memujiNYA. <br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, Daruqutni)<br/><hr/><br/><b>Ketiga, :</b>Subbuuhun qudduusun, rabbul malaaikati war ruuh <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh (HR. Muslim dan Abu Awanah) *<br/><br/><b>Keterangan: </b>Makna ruhpada doa di atas adalah malaikat jibril.<br/><hr/><br/><b>Keempat, :</b>Subhaanaka Allahumma rabbanaa wa bihamdika Allahummagh-fir-lii <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Keterangan: </b>Bacaan inisering dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setiap rukuk dan sujud beliau, setelah turun surat An-Nashr. Beliau melaksanakan perintah Allah: [ "Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampuna kepada-Nya."<br/> (HR. Bukhari dan Muslim)<br/><hr/><br/><b> Kelima, : </b>Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa', wal 'adzamah.*<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebenaran dan keagungan.<br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, dengansanad shahih)</ul><br/><br/><b>*Keterangan: </b>Doa ini sering dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam.<br/><hr/><br/><b>Keenam, : </b>Allahumma laka raka'tu, wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa 'alaika tawakkal-tu, anta rabbii, khasya'a sam'ii wa basharii, wadamii wa lahmii, wa adzmii wa 'ashabii, lillaahi rabbil 'aalamiin.<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMUaku beriman dan kepadaMU aku menyerahkan diriku, serta kepadaMU aku bertawakkal. Engkaulah Robbku. Pendengaranku, penglihatanku,darahku, dagingku, tulangku dan syarafku tunduk kepada Robb semesta alam.<br/>(HR. Nasai).</ul><br/><br/><b>Kesalahan seputar bacaan rukuk dalam shalat</b><br/><br/><ol><li>Tidak mengangkat tangan ketika hendak rukuk. Atau mengangkat tangan namun tidak sempurna.<br/><br/></li><li> Gerakan rukuk yang terlalu cepat, seperti ayam mematok makanan. Gerakan ini menyebabkan shalatnya tidak sah, karena rukuknya tidak tumakninah.<br/><br/></li><li> Hanya menghafal satu jenis bacaan rukuk. Bacaan rukuk yang hanya satu ini, dibaca sejak kecil sampai dia dewasa. Ini bisa menyebabkan bacaan lainnya yang tidak dia hafal menjadi terlupakan.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan rukuk sebelum posisi rukuk sempurna. Tindakan semacamini, menyebabkan bacaan rukuknya tidak sah.<br/><br/></li><li> Tidak membaca bacaan rukuk sama sekali. Jika dia jadiimam atau shalat sendirian, maka dia harus sujud sahwi.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan sujud ketika rukuk. Tindakan semacam ini tidak sesuai sunah.</ol></li><br/>

Carasholat.com

Tuma'ninah Dalam Setiap Rukun Shalat

<b>T</b>uma'ninah Dalam Setiap Rukun Shalat Sebelum membahas rukun-rukun shalat setelah membaca surat, perlu kita pahami terlebih dahulu tentang satu rukun dalam shalat yang sering dilupakan. Itulah tumaninah.<br/><br/><b>1. Tuma'ninah adalah tenang sejenak</b> setelah semua anggota badan berada pada posisi sempurna ketika melakukan suatu gerakan rukun shalat.<br/><br/>Tumaninah <b>ketika rukuk</b> berarti tenang sejenak setelah rukuk sempurna.<br/><br/>Tuma'ninah <b>ketika sujud</b> berarti tenang sejenak setelah sujud sempurna, dst...<br/><br/><b>2. Tuma'ninah dalam setiapgerakan</b> rukun shalat merupakan bagian penting dalam shalat yang wajib dilakukan. Jika tidak tuma'ninah maka shalatnya <b>tidak sah. </b><br/><br/>Dalil yang menunjukkan wajibnya tumakninah:<br/><ul><li>Suatu ketika ada seseorangyang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid.<br/><br/>Ternyata Nabi menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruhmengulangi shalatnya lagi. Ini berlangsung sampai 3 kali.<br/><br/>kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah katika dia tidak tumakninah.Dia bergerak rukuk dan sujud terlalu cepat.<br/><b>(HR. Bukhari, Muslim, Ibn Majah</b> dan yang lainnya)<br/><br/></li><li>Dari Hudzifah radhiyallahu 'anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tidak menyempurnaka rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah,<br/><br/>"Sudah berapa lama anda shalat semacam ini?" Orang ini menjawab: "40 tahun." Hudzaifah mengatakan:"Engkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun." (karena shalatnya batal).<br/><br/>Lanjut Hudzaifah: "Jika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkaumati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." <br/><b>(HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasai). </b></li></ul><br/><br/><b>3. Karena tuma'ninah hukumnya wajib</b> maka kitatidak boleh bermakmum dengan orang yang shalatnya terlalu cepat dan tidak tumakninah.<br/><br/>Bermakmum di belakang orangyang shalatnya cepat dan tidak tumakninah, bisa menyebabkan shalat kita batal dan wajib diulangi.<br/><br/><b>4. Jika secara tidak sengaja</b> kita mendapatkan imam yang gerakannya terlalu cepat maka kita harus memisahkan diri dan shalat sendirian.<br/><br/><b>5. Orang yang terlalu cepat shalatnya,</b> sehingga tidak tuma'ninah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutnya sebagai orang yang mencuri ketika shalat.<br/><br/>Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: <ul>Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya.</ul>" Setelah ditanya maksudnya, beliau menjawab: "Merekalah orang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya." <br/><b>(HR.</b> Ibn Abi Syaibah, Thabrani, Hakim, dan dishahihkan Ad-Dzahabi).<br/><br/><br />

Carasholat.com

Itidal Hendak Rukuk

<b>Itidal Hendak Rukuk </b></div><hr/><div class="list2"><b>22-Des-2012 : 13:55Wit</b><br/><br/>Download Video nya untuk lebih jelas nya<b><a href="http://carasholat.com/video-gerakan-sholat-sikap-sebelum-rukuk/"> Download Disini </a></b><br/><br/><b>1. Dianjurkan untuk diam sejenak</b> ketika hendak rukuk. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berhenti sejenak, cukup untuk bernafas. <b>(HR. Abu Daud, Hakim, </b>dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>2. melakukan takbir intiqal </b>ketika hendak rukuk. Takbir i'tidal adalah takbir perpindahan dari satu rukun kerukun lainnya. Dianjurkan mengangkat tangan ketika takbir i'tidal, sebagaimana ketika takbiratul ihram.<br/><br/>Ini berdasarkan keterangan Ibnu Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbiasa mengangkat tangan setinggi pundak ketika memulai shalat (takbiratul ihram), hendak rukuk dan ketika bangkit dari rukuk (i'tidal). <b>(HR. Bukhari dan Muslim) </b><br/><br/>Karena takbir i'tidal ini merupakan takbir perpindahan maka takbir ini dilakukan ketikabergerak menuju rukuk, bukan sebelum rukuk atau setelah sempurna rukuk.<br/><br/>Abu Hurairah menceritakan:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulai takbiratul ihram ketika berdiri tegak, kemudian takbir lagi ketika turun rukuk, kemudian membaca ' <b>sami'allaahu liman hamidah'</b> ketika bangkit i'tidal" <b>(HR. Bukhari)<br/><br/>Kesalahan ketika rukuk dalam sholat</b><br/><br/><ul><li> Tidak membaca takbir i'tidal ketika rukuk. Kesalahan ini bisa membatalkan shalat karena takbir i'tidal termasuk kewajiban dalam shalat. Keterangan ini ditegaskan oleh As-Syaukani dalam <b>Nailul Authar (2/279).</b><br/><br/></li><li> Membaca takbir rukuk setelah rukuk sempurna. Kesalahan ini banyak terjadi pada imam, dengan harapan makmum tidak mendahului imam. Namun perbuatan ini dinilai oleh sebagian ulama hambali, bisa membatalkan shalat jika dilakukan secara sengaja. <br/><b>(Al-Qaulul Mubin, 116). </b><br/><br/>Imam Ibnu Utsaimin menyebutkan: Ada sebagian ulama yang mengatakan, jika ada orang yang melakukan takbir i'tidal sebelum rukuk atau setelah sempurna rukuk, maka takbirnya tidak dinilai. <br/><b>(As-Syarhul mumti', 3/87). </b><br/><br/></li><li> Tidak mengangkat tangan ketika takbir hendak rukuk. Meskipun takbir ini tidak wajib, namun meremehkan takbir ketika hendak rukuk, menunjukkan sikap kurang perhatian dengan kesempurnaan shalat.<br/><br/></ul></li><br />

Jumat, 03 November 2017

Doa Bacaan Rukuk

<b> Do'a Bacaan Rukuk : </div><hr/><div class="list2"></b>kuTulis 11-Januari-2013<br/><br/><b>1. Ada banyak model bacaan rukuk</b> yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian.Misalnya ketika rukuk shalat subuh baca lafal A, rukuk shalat dzuhur baca lafal B, dst.<br/><br/><b>2. Orang yang shalat, hanyaboleh membaca bacaan rukuk</b> setelah dia melakukan rukuk sempurna.<br/><br/><b>3. Dibolehkan mengulang-ulang bacaan rukuk,</b> meskipun lebih dari 3 kali, sesuai dengan panjangnya rukuk.<br/><br/><b>4. Orang yang shalat harus membaca bacaan rukuk</b>, meskipun hanya sekali. Karenasebagian ulama menilai bahwabacaan rukuk hukumnya wajib.<br/><br/><b>5. Berikut macam-macam bacaan </b>rukuk <br/><hr/></b>Pertama,:</b><br/>Subhaana rabbiyal adziim <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah)<br/><hr/><br/><b>Kedua, :</b>Subhaana rabbiyal adziim wa bihamdih<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung, dan aku memujiNYA. <br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, Daruqutni)<br/><hr/><br/><b>Ketiga, :</b>Subbuuhun qudduusun, rabbul malaaikati war ruuh <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh (HR. Muslim dan Abu Awanah) *<br/><br/><b>Keterangan: </b>Makna ruhpada doa di atas adalah malaikat jibril.<br/><hr/><br/><b>Keempat, :</b>Subhaanaka Allahumma rabbanaa wa bihamdika Allahummagh-fir-lii <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Keterangan: </b>Bacaan inisering dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setiap rukuk dan sujud beliau, setelah turun surat An-Nashr. Beliau melaksanakan perintah Allah: [ "Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampuna kepada-Nya."<br/> (HR. Bukhari dan Muslim)<br/><hr/><br/><b> Kelima, : </b>Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa', wal 'adzamah.*<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebenaran dan keagungan.<br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, dengansanad shahih)</ul><br/><br/><b>*Keterangan: </b>Doa ini sering dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam.<br/><hr/><br/><b>Keenam, : </b>Allahumma laka raka'tu, wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa 'alaika tawakkal-tu, anta rabbii, khasya'a sam'ii wa basharii, wadamii wa lahmii, wa adzmii wa 'ashabii, lillaahi rabbil 'aalamiin.<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMUaku beriman dan kepadaMU aku menyerahkan diriku, serta kepadaMU aku bertawakkal. Engkaulah Robbku. Pendengaranku, penglihatanku,darahku, dagingku, tulangku dan syarafku tunduk kepada Robb semesta alam.<br/>(HR. Nasai).</ul><br/><br/><b>Kesalahan seputar bacaan rukuk dalam shalat</b><br/><br/><ol><li>Tidak mengangkat tangan ketika hendak rukuk. Atau mengangkat tangan namun tidak sempurna.<br/><br/></li><li> Gerakan rukuk yang terlalu cepat, seperti ayam mematok makanan. Gerakan ini menyebabkan shalatnya tidak sah, karena rukuknya tidak tumakninah.<br/><br/></li><li> Hanya menghafal satu jenis bacaan rukuk. Bacaan rukuk yang hanya satu ini, dibaca sejak kecil sampai dia dewasa. Ini bisa menyebabkan bacaan lainnya yang tidak dia hafal menjadi terlupakan.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan rukuk sebelum posisi rukuk sempurna. Tindakan semacamini, menyebabkan bacaan rukuknya tidak sah.<br/><br/></li><li> Tidak membaca bacaan rukuk sama sekali. Jika dia jadiimam atau shalat sendirian, maka dia harus sujud sahwi.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan sujud ketika rukuk. Tindakan semacam ini tidak sesuai sunah.</ol></li><br/>

Kamis, 02 November 2017

Wirit Setelah Shalat :

KuTulis 10-Maret-2012 07:30Wib

bila ada kesalahan dalam penulisan mohon kepada pembaca untuk menala'ah Nya memperbaiki Wirid adalah apa-apa yang disusun oleh seseorang untuk dirinya untuk diamalkan setiap pagi dan petang.

Wirid-wirid ini diambil dari Al -Qur'an, Sunnah-sunnah dzikir-dzikir, shalawat- shalawat. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa dzikir adalah bagian dari wirid.

Namun demikian yang paling afdhal adalah wirid-wirid yang berasal dari Al Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, termasuk wirid yang diucapkan setelah shalat.

Diantara dzikir-dzikir yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dibaca setelah shalat adalah :* Doa ini di baca setelah salam

ALLAHUMMA INNII AS- ALUKA ILMAN NAA-FI'AA, WA RIZQAN THAYYIBAA, WA 'AMALAM MUTAQABBALAAA

rtinya :

"Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang halal, dan amal shaleh yang diterima

"KETERANGAN: Hanya dibaca sekali tepat setelah shalat subuh

Dari Ummu Salamah radliallahu 'anha, beliau mengatakan: "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam setelah salam shalat subuh, beliau membaca: Allahumma innii...dst"
(HR. Ahmad 6/322, Ibnu Majah 925,*

Lalu membaca istighfar tiga kali,Disebutkan bahwa Auza'i pernah ditanya ,ia adalah salah seorang perawi hadits, bagaimana istighfarnya ? dia menjawab :"Anda katakan :

Astaghfirullah, Astaghfirullah. Astaghfirullah. "(HR. Muslim)*

Dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,bahwasanya beliau pernah berisyarat kepadanya dan bersabda:

Jika engkau selesai dari Salam shalat maghrib maka bacalah

ALLAHUMMA AJIRNII MINANNAR

(Ya Allah jauhkanlah aku dari api Neraka)sebanyak (7x). Sebab jika kamu baca doa itu kemudian kamu meninggal pada malam itu juga, maka akan ditetapkan bahwa kamu terbebas dari neraka.

Jika kamu selesai dari shalat subuh maka bacalah juga, ALLAHUMMA AJIRNII MINANNAR (Ya Allah jauhkanlah aku dari api Neraka) sebanyak (7x).

sebab jika pada hari itu kamu meninggal, maka akan ditetapkan bahwa kamu terbebas dari neraka.
(HR. MuslimIbnul Harits At Tamimi)

* Dari Tsauban radliallahu 'anhu,berkata,' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila selesai melakukan shalat beliau membaca istighfar tiga kali, dan beliau saw mengatakan

"Allahumma antas salam wa minka salamtabaarakta Ya Dzal Jalaali wal Ikram."

(Wahai Allah Engkaulah yang Maha Sejahtera dan dari-Mu lah segala kesejahteraan, segala puji bagi-Mu, Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia).

* Dari al Mughirah bin Syu'bah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila selesai mengerjakan shalat beliau mengatakan,

"Laa Ilaaha Illallah Wahdahu Laa Syariika Lahul Mulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa ' Ala Kulli Syai' in Qodiir.         Allahumma Laa Maa'ni'a Lima A' thaita Wa Laa Mu'thiya Limaa Mana'ta, Wa Laa Yanfa' u Dzal Jaddi Minkal Jadd."

Artinya :(Tidak ada Tuhan selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan baginya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wahai Allah tidak ada yang bisa menghalangi atas apa yang kamu berikan dan tidak ada yang bisa memberikan atas apa yang kamu halangi.Dan tidaklah bermanfaat para pemilik kekayaan dan kekayaan itu tidaklah dapat menyelamatkannya dari-Mu dan sesungguhnya dari- Mulah segala kebaikan."
(Muttafaq ' Alaihi)

* Dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa setelah shalatnya BerTasbih
SubhaanAllah(maha suci Allah) (33x)

BerTahmidAlhamdulillah(segala puji bagi Allah) (33x)

BerTakbirAllahu Akbar(Allah maha besar) (33x)

lalu menyempurnakan seratus dengan:  Laa Ilaaha Illallah Wahdahu Laa Syariika Lahul Mulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa ' Ala Kulli Syai' in Qadiir,

(Tidak ada Tuhan selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan baginya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.maka segala kesalahannya akan diampuni walaupun sebesar buih di lautan."
(HR. Muslim)

* Dari Sa'ad bin Abi Waqashbahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa memohon perlindungan setelah shalat- shalatnya dengan kalimat- kalimat berikut :

"Allahumma Inni A'udzu bika minal Jubni wal Bukhl, wa A' udzu bika min An Uruudaila Ardzalil ' umur, wa A'udzu bika min Fitnatid Dunia, wa A'udzu bika min Fitnatil Qubur."

(Wahai Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada sifat penakut dan bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari usia tua (renta), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada- Mu daripada fitnah kubur)."
(HR. Bukhari)

* Dari Muadz radhiyallahu 'anhubahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil tangannya dan bersabda,

"Wahai Mu' adz, demi Allah sesungguhnyaaku mencintaimu." Lalu beliau bersabda," Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz janganlah engkau tinggal diakhir (setelah) setiap shalat untuk mengatakan,

"Allahumma Ainni ala dzikrika, wa syukrika, wa Husni Ibadatik."

(Wahai Allah bantulah aku dengan senaantiasa mengingat-Mu, dan bersyukur kepada-Mu dan ibadah yang baik)"
(HR, Abu Daud)

Lalu beliau membacaAyat Kursi,Setelah ayat kursi,

beliau membaca :Qul Huwallahu Ahad(Surat Al Ikhlas),

Qul A'udzu birabbil Falaq(Surat AL Falaq)

dan Qul ' Audzu birabbin Naas(Surat An Naas)

satu kali setelah shalat Zhuhur, setelah Ashar dan setelah Isya.

Dan tiga kali setelah shalat Fajar dan Maghrib. Ketiga surat ini dibaca satu kali setelah Zhuhur, Ashar dan Isya dandiulang hingga tiga kali setelah shalat Maghrib dan Fajar (Shalat Subuh)

Lalu membaca sayyidul istighfar

Allahumma anta rabbii, laa ilaha illa anta kholaqtanii,
wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu,
a'udzubika min syarrimaa shona'tu,
abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya:

:("Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada Ilah yang haq melainkan Engkau.

Engkau telah menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku di atas perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amalanku.

Aku mengakui nikmat-nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, aku mengakui dosa-dosaku. Ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa- dosaku melainkan Engkau.")

Maka barang siapa yang mengucapkannya di waktu pagi dan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum petang, maka dia termasuk penghuni Surga.

Dan barang siapa yang mengucapkannyadi waktu petang dengan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni Surga."
(Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari: 6306 dan 6323, at- irmidzi: 3393, an-Nasa'i: 5522)

Kemudian Berdoa : ALLAHUMMA BIKA AMSAI-NAA WA BIKA ASH-BAHNAA WA BIKA NAHYAA WA BIKANAMUUTU WA ILAIKAL MASHIIR

Artinya : "Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati. Dan hanya kepadaMu tempat kembali"

Keterangan :

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, beliau berkata: Ketika masuk waktu pagi, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca: "Allahumma bika ashbahnaa.... dan ketika sore beliau membaca: "Allahumma bika amsainaa...."
(HR. At Tirmidzi 3391)

setelah dzikir-dzikir diatas dan setelah ayat kursi. juga di tambah jikir,disebutkan dalam hadist, kethui lah jikir adalah yang paling utama :

Laillaha ilallah.. 100 kali#

Amalan Ringan, Berat di Timbangan-nya#

Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ada dua kalimat yang dicintai Ar Rahman(Allah), ringan di lisan dan berat di timbangan yaitu :

Subhaanallah wa bihamdih - subhaanalalahil 'azhiim

Maha suci Allah segala pujian, Maha suci Allah yang Maha Agung..

di baca sebnyak-banyak nya 100x lebih baik(HR. Bukhari dan Muslim)_

Kemudian membaca Doa ini : ASTAGHFIRULLAH WA ATUUBU ILAIIH 100x

Artinya :Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya Hadis Selengkapnya:

Dari Aghor bin Yasar Al Muzanni radliallahu 'anhu, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"

Wahai para manusia, bertaubatlah kepadaAllah!! sesungguhnya aku bertaubat kepadaNya 100 kali dalam sehari."
(HR. Al Bukhari & Muslim)

Lalu Bershalawat minimal 10x Dan Masih Banyak Wirid-Wirid yang lain,

semoga kita dapat mengamalkanya.. Aamiin

ust; Sigit Parnowo Lc
Eramuslim.com
Join. saffar.xtgem.com

Tata cara shalat Idul Fitri Menurut Hadis Sahih

Diposting oleh safar pada 21:08, 18-Agu-2012

Tata cara shalat Idul Fitri Menurut Hadis Sahih

1. Takbir ketika shalat Idul FitriTakbiratul ihram di rakaat pertama lalu membaca doa iftitah, kemudian bertakbir tujuh kali. Di rakaat kedua, setelah takbir intiqal, berdiri dari sujud, kemudian bertakbir lima kali.

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir ketika Idul Fitri dan Idul Adha; di rakaat pertama sebanyak tujuh kali takbir dan di rakaat kedua sebanyak lima kali takbir selain takbir rukuk di masing-masing rakaat."
(H.r. Abu Daud dan Ibnu Majah)

*. Mengangkat tangan ketika takbir tambahanSyekh Ali bin Hasan Al-Halabi mengatakan, "Tidak terdapat riwayat yang sahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau mengangkat kedua tangan setiap takbir shalat id."
(Ahkamul Idain, hlm. 20)

Akan tetapi, terdapat riwayat dari Ibnu Umar bahwa beliau mengangkat kedua tangan setiap takbir tambahan shalat id.
(Zadul Ma'ad, 1:425)

Al-Faryabi menyebutkan riwayat dari Al-Walid bin Muslim, bahwa beliau bertanya kepada Imam Malik tentang mengangkat tangan ketika takbir-takbir tambahan. Imam Malik menjawab,

"Ya, angkatlah kedua tanganmu setiap takbir tambahan "(Riwayat Al-Faryabi; sanadnya dinilai sahih oleh Al- Albani)

Keterangan:Takbir tambahan: Takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama, dan sebanyak 5 kali pada rakaat kedua.

*. Zikir di sela-sela takbir tambahan Syekh Ali bin Hasan Al-Halabi mengatakan, "Tidak terdapat riwayat yang sahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang zikir tertentu di sela- sela takbir tambahan."
(Ahkamul Idain, hlm. 21)

Meski demikian, terdapat riwayat yang sahih dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu; beliau menjelaskan tentang shalat id," Di setiap sela-sela takbir tambahan dianjurkan membaca tahmid dan memuji Allah."
(H.r. Al-Baihaqi;dinilai sahih oleh Al- Albani)

Ibnul Qayyim mengatakan, "Disebutkan dari Ibnu Mas'ud bahwa beliau menjelaskan, '(Di setiap sela-sela takbir, dianjurkan) membaca Alhamdullilah,memuji Allah, dan bersalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.'"
(Zadul Ma'ad, 1:425)

7. Bacaan ketika shalat Idul Fitri Setelah selesai bertakbir tambahan,membaca ta'awudz, membaca Al-Fatihah, kemudian membaca surat dengan kombinasi berikut:

Surat Qaf di rakaat pertama dan surat Al-Qamar di rakaat kedua.

Surat Al-A'la di rakaat pertama dan surat Al-Ghasyiyah di rakaat kedua.

Semua kombinasi tersebut terdapat dalam riwayat Muslim, An-Nasa'i, dan At-Turmudzi.4. Tata cara shalat Idul Fitri selanjutnya"

Tata cara shalat id selanjutnya sama dengan shalat lainnya, tidak ada perbedaan sedikit pun."(Ahkamul Idain, hlm. 22)

Disusun oleh; Ustadz Ammi Nur Baits

www.konsultasisyariah.com

Tatacara Sholat Jenazah

23-januari-2016

KEUTAMAAN MENGHADIRI JENAZAH, MENSHALATKANNYA , SERTA MENGHADIRI PENGUBURANNYA

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"ﻣﻦ ﺷﻬﺪ ﺟﻨﺎﺯﺓ ﺣﺘﻰ ﻳﺼﻠَّﻰ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻠﻪ ﻗﻴﺮﺍﻁ، ﻭﻣﻦ ﺷﻬﺪﻫﺎ ﺣﺘﻰ ﺗُﺪﻓَﻦ ﻓﻠﻪ :ﻭﻣﺎ ﺍﻟﻘﻴﺮﺍﻃﺎﻥ؟ ﻗﺎﻝ :ﻗﻴﻞ."ﻗﻴﺮﺍﻃﺎﻥ )."ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺠﺒﻠﻴﻦ ﺍﻟﻌﻈﻴﻤﻴﻦ"ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺍﻟﻠﻔﻆ ﻟﻠﺒﺨﺎﺭﻱ )."

Barangsiapa menghadiri jenazah dan menyolatkannya maka dia mendapatkan (pahala) satu qirath, dan barangsiapa menghadiri jenazah, (dan menyolatkannya) , sampai jenazah dikuburkan maka dia mendapatkan (pahala) dua qirath.

"Beliau ditanya: Apakah yang dimaksud dengan dua qirath?Beliau menjawab: "Yaitu seperti dua gunung yang besar."
[hadits muttafaq 'alaihi, dengan lafazh Al-Bukhary].

TATACARA SHALAT JENAZAH

Bertakbir dengan empat kali takbir, dan mengangkat tangan pada setiap kali takbir, menurut pendapat yang kuat. Bertakbir pada takbir yang PERTAMA,

lalu berta'awwudz (membaca A'udzubillahi minasy syaithanir rajim),

kemudian membaca surat Al-Fatihah, tanpa membaca do'a iftitah, menurut pendapat yang kuat.

Bertakbir pada takbir yang KEDUA, lalu membaca shalawat nabi, dengan bacaan

:ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫٍﻴﻢَ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴﺪٌ ﻣَﺠِﻴﺪ

ٌAllahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kama shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim Wabaarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka Hamiidun Majiid."

(Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibraahiim dan keluarga Ibraahiim Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibraahiim dan keluarga Ibraahiim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia).

Bertakbir pada takbir yang KETIGA, untukdoa ada baberapa pilihan silahkan dipilaih yang mana karena semuanya sahih: "Pertama

:ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻪُ ...

""Allahummaghfir lahu warhamhu ..."

(Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia...)

do'a ini secara terperinci.Doa ke dua :"Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu,(Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, selamatkanlah dia, dan ma'afkanlah dia,

Doa ke Tiga :

"Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu wawassi' madkhalahu, waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal baradi,wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaytats tsaubal abyadha minad danas,wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi,wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannah wa a'idzhu min 'adzaabilqabri wa 'adzaabin naar."

(Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, selamatkanlah dia, dan ma'afkanlah dia, muliakanlah tempat persinggahannya , lapangkanlah tempat masuknya (kuburannya),bersihkanlah dia dengan air, salju, & air dingin, sucikanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau mensucikan pakaian putih dari kotoran,gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, istri yang lebih baik dari istrinya, masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dia dari siksa kubur & siksa neraka).HR.Muslim

.ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺍﻓْﺴَﺢْ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﻗَﺒْﺮِﻩِ ﻭَﻧَﻮِّﺭْ ﻟَﻪُ ﻓِﻴﻪِ (ﻣﺼﻨَّﻒ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺷﻴﺒﺔ) "

Allahummafsah lahu fii qabrihi
wa nawwir lahu fiihi."(Hadits ini terdapat pada kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).(Ya Allah, luaskanlah baginya di dalam kuburannya, dan berilah dia cahaya di sana).

Jika Jenazahnya perempuan, maka ucapkanlah

:ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻬَﺎ ﻭَﻋَﺎﻓِﻬَﺎ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ...

"Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa 'aafihaa wa'fu 'anhaa ..."

Jika Jenazahnya banyak, maka ucapkanlah

:ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻢْ ﻭَﻋَﺎﻓِﻬِﻢْ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ...

"Allahummaghfir lahum warhamhum wa 'aafihim wa'fu 'anhum ..."

Jika jenazah anak kecil, maka ucapkanlah do'a:

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﻟَﻨَﺎ ﻓَﺮَﻃًﺎ ﻭَﺳَﻠَﻔًﺎ ﻭَﺃَﺟْﺮًﺍ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ))

"Allahummaj'alh u lanaa farathan wa salafan wa ajran."

(Ya Allah, jadikanlah anak ini sebagai tabungan, pendahulu & pahala bagi kami).

Bertakbir pada takbir yang KEEMPAT, laludiam sebentar, kemudian salam ke kanan dengan satu kali salam. Atau bisa juga (sebelum salam) melanjutkanya dengan berdo'a:

"ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ""

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanatanwa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar."(Ya Allah, berikanlah kepada kami di dunia ini kebaikan, dan di akhirat kebaikan, serta jagalah kami dari siksa neraka).

sumber: channel@kilauan cahay

saffar.xtgem.com

Bakti Kepada OrangTua Yang Sudah Meniggal Dunia

Berbakti kepada orangtua yg sudah meninggal dunia Dpt dilakukan dgn berbagai cara. Salah satunya dgn mendoakan dan beristighfar memohon amp...