Sabtu, 04 November 2017

Niat SHOLAT

Download Video nya untuk lebih jelas nya<b><a href="http://carasholat.com/tata-cara-niat-dalam-shalat-sesuai-sunnah-nabi/"> Download Disini </a></b><br/><br/><b>1. Niat ikhlas </b>dalam ibadah adalah bagian dari rukun diterimanya ibadah. Nabishallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Semua amal tergantung pada niatnya." <b>(HR. Bukhari)<br/><br/>2. Niat adalah amal yang tempatnya di hati. </b>Oleh karena itu, tidak boleh me-lafal-kan niat dalam melakukan ibadah apapun. Termasuk shalat.<br/><br/>Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, orang yang paling sempurna ibadahnya, tidak pernah mengajarkan maupun mengamalkan lafal niat dalam ibadah apapun. Maka perbuatan me-lafal-kan niat termasuk diantara perbuatan yang menyelisihi ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/><b>3. Selama sudah ada lintasan hati </b>untuk melakukan shalat tertentu maka ini sudah dianggap berniat. Oleh karena itu, yang perlu dihadirkan dalam hati ketika hendak shalat adalah:<br/><br/>Shalat karena mengikuti perintah Allah dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Nama shalat yang hendak dikerjakan, misalnya shalat dzuhur atau asar.<br/><br/><b>4. Berubah niat di tengah-tengah shalat</b> Berubah niatdari shalat tertentu ke shalat tertentu yang lain, hukumnya tidak boleh.<br/><br/><b>Contoh;</b><ol> Adi tidak bisa shalat dzuhur karena sedang di kendaraan. Adi baru bisa shalatdi waktu asar. Ketika sampai rumah di waktu asar, Adi shalat4 rakaat dengan niat shalat asar.<br/><br/>Di tengah-tengah shalat dia teringat belum shalat dzuhur. Maka Adi tidak boleh tetap shalat dengan mengubah niatnya semula menjadi niat shalat dzuhur. Namun Adi harus membatalkan shalatnya dan memulai shalat lagi dengan niat shalat dzuhur.</ol><br/><br/><b>Berubah niat dari shalat mutlak ke shalat tertentu, hukumnya tidak boleh. </b><br/><br/>Contoh; <ol>Ari shalat mutlak pada jam 9 pagi. Kemudian dia teringat bahwasanya ini adalahwaktu untuk shalat duha. MakaAri tidak boleh mengubah niatnya menjadi shalat dluha.<br/><br/>Namun jika Ari ingin shalat duha maka dia mulai shalat dari awal dengan niat shalat dlha.</ol><br/><br/><b>Berubah niat dari shalat tertentu ke shalat mutlak,</b> hukumnya boleh dan shalat sah.<br/><br/><b> Contoh; </b><ol>Budi memiliki kebiasaan shalat sunah rawatib di rumahnya. Suatu ketika dia mengerjakan shalat sunah setelah isya' di masjid. Ketika sampai rumah dia lupa kalau dia telah shalat sunah setelah isya'.<br/><br/>Kemudian Budi melakukan shalat 2 rakaat dengan niat shalat sunah setelah isya'. Di tengah shalat dia teringat bahwa dia sudah shalat sunah setelah isya'. Maka Budi boleh langsung mengubah niat shalatnya menjadi shalat mutlak.</ol><br/><br/><b>Catatan: shalat sunah ada dua:</b><br/><br/><ul><li>Shalat sunah <b>Muqayad</b> shalat sunnah yang terikat tempat maupun waktu. Misalnya: shalat duha, rawatib, witir, dll.<br/><br/></li><li>Shalat sunah <b>Mutlak</b> adalah shalat sunnah yang tidak terikat tempat maupun waktu. Maksudnya, yang penting mengerjakan shalat kapanpun dan di manapun selama tidak di waktu atau tempat terlarang.</ul></li><br/><br/><b>Kesalahan Terkait dengan Niat Ketika Shalat </b><br/><br/><b>1. Mengeraskan bunyi niat</b> (melafalkan niat). Al Qodli Abur Rabi' As Syafi'i mengatakan: "Mengeraskan niat dan bacaan di belakang imam bukanlah bagian dari sunah.<br/><br/>Bahkan ini adalah sesuatu yang dibenci. Jika ini mengganggu jamaah shalat yang lain maka hukumnya haram." (Al Qaulul Mubin 91).<br/><br/><b>2. Menyusun kalimat tertentu </b>untuk diucapkan di hati. Misalnya, disusun kalimat, "Saya niat shalat asar karena Allah.." kemudian kalimat ini diucapkan di hati setiap hendak melakukan shalat. Hal ini termasuk bentukmelafalkan niat.<br/><br/><b>3. Meyakini bahwa niat harus berbarengan dengan takbiratul ihram.</b> Keyakinan ini menyebabkan sebagian orang melakukan takbir berulang-ulang karena ragu apakah niatnya sudah bareng dengan takbiratul ihramataukah belum.<br/><br/><b>4. Sering was-was </b>ketika niat. Imam Syafi'i mengatakan: "Was-was ketika niat shalat dan bersuci adalah bentuk kebodohan dengan syariat dan kurang akalnya." (AlQaulul Mubin 93).<br/><br/><b>Catatan: </b><br/>Sebagian orang yang bermadzhab Syafi'iyah salah paham terhadap ucapan Imam Syafi'i. Mereka mengira bahwa Imam Syafi'i mewajibkan me-lafal-kan niat. Imam As Syafi'i mengatakan: "'.shalat itu tidak sah kecuali dengan an-nuthq." (Al Majmu' 3/277).<br/><br/>An Nuthq artinya berbicara atau mengucapkan. Sebagian Syafi'iyah memaknai An Nuthq di sini dengan melafalkan niat. Padahal ini adalah salah paham terhadap maksud beliau rahimahullah.<br/><br/>Dijelaskan oleh An Nawawi bahwa yang dimaksud dengan An Nuthq di sini bukanlah mengeraskan bacaan niat.<br/><br/>Namun maksudnya adalah mengucapkan takbiratul ihram.An Nawawi mengatakan,"Ulama kami (syafi'iyah) mengatakan: orang yang memaknai demikian adalah keliru. Yang dimaksud As Syafi'i dengan An Nuthq ketika shalat bukanlah melafalkan niat namun maksud beliau adalah takbiratul ihram." (Al Majmu' 3/277).<br/><br/>Kesalah-pahaman ini juga dibantah oleh Abul Hasan Al Mawardi As Syafi'i, beliau mengatakan, "Az Zubairi telah salah dalam mentakwil ucapanImam Syafi'i dengan wajibnya mengucapkan niat ketika shalat.<br/><br/><b>Ini adalah takwil yang salah,</b>yang dimaksudkan wajibnya mengucapkan adalah ketika ketika takbiratul ihram." (Al Hawi Al Kabir 2/204).<br/><br/>

Doa Iftitah

<br/>Pada tutorial tata cara shalat yang baik dan benar berikut ini membahas tentang bacaan sholat, yaitu membaca Do'a Iftitah.<br/><br/><b>1. Do'a iftitah disebut juga istiftah</b> adalah do'a yang dibaca setelah takbiratul ihram.<br/><br/><b>2. Ada beberapa macam</b> do'a yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Untuk itu, setiap muslim dianjurkan untukmembaca do'a-do'a tersebut secara bergantian.<br/><br/>Misalnya, shalat subuh membaca do'a iftitah tertentu kemudian shalat dluhur membaca do'a iftitah yang lain.<br/><br/>Dengan demikian semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan lestari dan terjaga.<br/><br/><b>3. Do'a iftitah dibaca pelan,</b> baik makmum, imam, maupun orang yang shalat sendirian.<br/><br/><b>4. Untuk makmum masbuq (ketinggalan)</b> tidak perlu membaca do'a iftitah .<br/><br/><b>5. Macam-macam do'a iftitah: Do'a pertama </b><br/>Allaah-humma baa-'id bai-nii wa bai-na kha-thaa-yaa-ya kamaa baa-'ad-ta bai-nal masy-riqi wal magh-rib. Allaah-humma naqqi-nii min khathaa-yaa-ya kamaa yunaq-qats-tsaubul ab- ya-dlu minad danas. Allaah- hummagh-sil-nii min khathaa- yaa-ya bil maa-i wats-tsalji wal barad.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat.<br/><br/>Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah,bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku denganair, dengan salju dan embun.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Do'a kedua </b><br/>Subhaana-kallaah-hummawa biham-dika wa tabaa-rakas- muka wa ta-'aa-laa jadduka wa laa-ilaaha ghai-ruk.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau<br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani). </ul><br/><br/><b>Do'a ketiga</b> Seperti do'aiftitah di atas, tetapi dengan tambahan bacaan berikut: <br/> Laa-ilaaha-illallaah (3x) <br/>allaahu akbar kabii-raa (3x). </ul></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembahselain Engkau, <br/>Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah(3x), <br/>Allah Maha Besar (3x)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat shalat malam. <br/>(HR. Abu Dauddan dishahihkan Al Albani).<br/><br/><b>Do'a keempat </b><br/>Allaahu akbar kabiiraa walhamdu lillaahi katsiiraa wa subhaa-nallaa-hi buk-rataw wa ashii-laa. <br/></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan MahaSuci Allah pagi dan petang hari) <br/>(HR. Muslim)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda:<br/><br/>"Aku kagum dengan do'a ini. Pintu-pintu langit telah dibuka karena do'a ini." Kata Ibn Umar:"Sejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian Saya tidak pernah meninggalkan do'a ini." <br/>(HR. Muslim)<br/><br/><b>Do'a kelima </b><br/>Al hamdu lil-laahi hamdankatsii-ran thayyi-ban mubaa-rakan fiih</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Segala puji bagi Allah denganpujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya" <br/>(HR. Muslim) <br/><br/>Keterangan: Do'a ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat jamaah. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku melihat 12 malaikat berlomba siapakah di antara mereka yang mengantarkannya (kepada Allah,) <br/>(HR. Muslim).<br/><br/>Do'a-do'a iftitah berikut adalah do'a yang dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam:<br/><br/><b>Do'a keenam </b><br/>Allaa-humma rabba jib-riila wa mii-kaa-iil wa israafiil. Faa-thiras samaa-waati wal ardl. 'aali-mal ghai-bi was syahaa-dah. Anta tahkumubai-na 'ibaa-dik fii-maa kaa-nuu fiihi yakh-tali-fuun. Ihdi-nii limakh-tulifa fiihi minal haqqi bi-idznik. Innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraa-tim mustaqiim.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b><br/>(Ya Allah, Tuhan Malaikat Jibril, Mika'il dan Isrofil, Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang mereka perselisihkan.<br/><br/>Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus<br/><b>Do'a ketujuh </b><br/>Al hamdu lil-laah (10 X) <br/>Allaahu akbar (10 X) <br/>Laa-ilaaha-illallaah (10 X) <br/>Subhaa-nallaah (10 X) <br/>As-tagh-firullaah (10 X) <br/>Allaah-hummagh fir lii wah-dinii war-zuqnii wa 'aa-finii(10 kali) <br/>Allaah-humma innii a-'uudzu bika minad Dhii-qi yaumal hisaab (10 kali) <br/>(HR. Ahmad & Abu Daud dan dishahihkan Al Albani)</ul><br/><br/><b>Do'a kedelapan </b><br/>Allaahu akbar (3 kali) Dzul-malakuut wal jaba-ruut wal kib-riyaa' wal 'a-dza-mah</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). <br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani).</ul><br/><br/><b>Kesalahan bacaan sholat terkait membaca do'a iftitah:</b><br/><ol><li> Tidak membaca do'a iftitahpadahal ada kesempatan untukmembacanya. Karena sikap ini berarti menyia-nyiakan sunah dalam shalat.<br/><br/>Imam Syafi'i rahimahullah mencela sikap orang yang tidak meniru cara shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/></li><li> Makmum yang ketinggalanmenyibukkan diri dengan membaca doa iftitah, padahal imam sudah mau rukuk. Koreksi ini bukanlah saran agardo'a iftitah ini ditinggalkan totalketika menjadi makmum.<br/><br/>Namun jika waktu yang dimilikioleh makmum itu terbatas karena imam sebentar lagi mau rukuk maka sebaiknya makmum mendahulukan yang wajib dari pada yang sunah.<br/><br/>Dan telah diketahui bersama bahwa do'a iftitah hukumnya sunah sedangkan membaca al-fatihah hukumnya wajib. Oleh karena itu, selayaknya makmum yang ketinggalan danimam sudah mau rukuk maka sebaiknya makmum tidak perlumembaca iftitah namun langsung membaca al fatihah.<br/><br/>Dikisahkan bahwa Ibnul Jauzi pernah shalat dibelakang gurunya Abu Bakr Ad Dainuri. Ibnul Jauzi ketinggalan dan imam sudah mau rukuk. TetapiIbnul Jauzi malah sibuk membaca do'a iftitah. Ketika mengetahui hal ini, gurunya menasehatkan:<br/><br/>"Sesungguhnya ulama berselisih tentang wajibnya membaca surat al fatihah di belakang imam, namun merekasepakat bahwa do'a iftitah adalah sunnah. Maka sibukkanlah dirimu dengan yang wajib dan tinggalkanlah yang sunah." (Al Qoulul Mubin, dinukil dari Talbis Iblis).<br/><br/></li><li> Imam membaca do'a iftitahterlalu panjang. Yang lebih tepat adalah selayaknya imam memilih doa iftitah yang pendek.<br/><br/></li><li> Memilih do'a iftitah satu saja dan meninggalkan do'a yang lain. Kemudian do'a yang dipilih tersebut dibaca dalam semua shalat dari sejak SD sampai tua.<br/><br/>Kesalahan ini memberikan dampak buruk sebagai berikut: Sunah adanya bacaan iftitah yang lain menjadi hilang dan tidak lestari. Karena ketika banyak orang meninggalkannya maka orang akan menganggap itu bukan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/>Munculnya sikap fanatisme golongan. Sebagimana yang terjadi di tempat kita. Orang yang iftitahnya: Allaahumma baa'id bainii' dianggap golongan A, sedangkan yang iftitahnya: Allaahu akbar kabiiraa 'dianggap golongan B. Ini adalah musibah yang menimpa kaum muslimin indonesia.</li></ol><br/><br/>Kita ucapkan innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Orang yang shalat menjadi kurang bisa khusyu'. Karena orang yang hafal satu bacaan iftitah saja maka setiap memulai shalat secara otomatis dia akan membaca do'a tersebut tanpa merenungkan terlebih dahulu.<br/><br/>Berbeda dengan orang yang hafal beberapa macam do'a iftitah, maka sebelum membaca dia akan merenungkan terlebih dahulu do'a apa yang harus dia baca.<br/><br/>Semoga tutorial bacaan sholat ini bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin agar dapat mengamalkan dan mempraktekkannya dalam ibadah shalat sehari-hari.<br/><br/>

Doa Iftitah

<br/>Pada tutorial tata cara shalat yang baik dan benar berikut ini membahas tentang bacaan sholat, yaitu membaca Do'a Iftitah.<br/><br/><b>1. Do'a iftitah disebut juga istiftah</b> adalah do'a yang dibaca setelah takbiratul ihram.<br/><br/><b>2. Ada beberapa macam</b> do'a yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Untuk itu, setiap muslim dianjurkan untukmembaca do'a-do'a tersebut secara bergantian.<br/><br/>Misalnya, shalat subuh membaca do'a iftitah tertentu kemudian shalat dluhur membaca do'a iftitah yang lain.<br/><br/>Dengan demikian semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan lestari dan terjaga.<br/><br/><b>3. Do'a iftitah dibaca pelan,</b> baik makmum, imam, maupun orang yang shalat sendirian.<br/><br/><b>4. Untuk makmum masbuq (ketinggalan)</b> tidak perlu membaca do'a iftitah .<br/><br/><b>5. Macam-macam do'a iftitah: Do'a pertama </b><br/>Allaah-humma baa-'id bai-nii wa bai-na kha-thaa-yaa-ya kamaa baa-'ad-ta bai-nal masy-riqi wal magh-rib. Allaah-humma naqqi-nii min khathaa-yaa-ya kamaa yunaq-qats-tsaubul ab- ya-dlu minad danas. Allaah- hummagh-sil-nii min khathaa- yaa-ya bil maa-i wats-tsalji wal barad.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat.<br/><br/>Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah,bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku denganair, dengan salju dan embun.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Do'a kedua </b><br/>Subhaana-kallaah-hummawa biham-dika wa tabaa-rakas- muka wa ta-'aa-laa jadduka wa laa-ilaaha ghai-ruk.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau<br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani). </ul><br/><br/><b>Do'a ketiga</b> Seperti do'aiftitah di atas, tetapi dengan tambahan bacaan berikut: <br/> Laa-ilaaha-illallaah (3x) <br/>allaahu akbar kabii-raa (3x). </ul></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan nama-Mu denganmemuji-Mu. Nama-Mu penuhberkah. Maha tinggi Engkau.Tidak ilah yang berhak disembahselain Engkau, <br/>Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah(3x), <br/>Allah Maha Besar (3x)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat shalat malam. <br/>(HR. Abu Dauddan dishahihkan Al Albani).<br/><br/><b>Do'a keempat </b><br/>Allaahu akbar kabiiraa walhamdu lillaahi katsiiraa wa subhaa-nallaa-hi buk-rataw wa ashii-laa. <br/></ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan MahaSuci Allah pagi dan petang hari) <br/>(HR. Muslim)<br/><br/>Keterangan: Do'a iftitah ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda:<br/><br/>"Aku kagum dengan do'a ini. Pintu-pintu langit telah dibuka karena do'a ini." Kata Ibn Umar:"Sejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian Saya tidak pernah meninggalkan do'a ini." <br/>(HR. Muslim)<br/><br/><b>Do'a kelima </b><br/>Al hamdu lil-laahi hamdankatsii-ran thayyi-ban mubaa-rakan fiih</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>Segala puji bagi Allah denganpujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya" <br/>(HR. Muslim) <br/><br/>Keterangan: Do'a ini dibaca oleh salah seorang sahabat ketika shalat jamaah. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku melihat 12 malaikat berlomba siapakah di antara mereka yang mengantarkannya (kepada Allah,) <br/>(HR. Muslim).<br/><br/>Do'a-do'a iftitah berikut adalah do'a yang dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam:<br/><br/><b>Do'a keenam </b><br/>Allaa-humma rabba jib-riila wa mii-kaa-iil wa israafiil. Faa-thiras samaa-waati wal ardl. 'aali-mal ghai-bi was syahaa-dah. Anta tahkumubai-na 'ibaa-dik fii-maa kaa-nuu fiihi yakh-tali-fuun. Ihdi-nii limakh-tulifa fiihi minal haqqi bi-idznik. Innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraa-tim mustaqiim.</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b><br/>(Ya Allah, Tuhan Malaikat Jibril, Mika'il dan Isrofil, Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang mereka perselisihkan.<br/><br/>Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus<br/><b>Do'a ketujuh </b><br/>Al hamdu lil-laah (10 X) <br/>Allaahu akbar (10 X) <br/>Laa-ilaaha-illallaah (10 X) <br/>Subhaa-nallaah (10 X) <br/>As-tagh-firullaah (10 X) <br/>Allaah-hummagh fir lii wah-dinii war-zuqnii wa 'aa-finii(10 kali) <br/>Allaah-humma innii a-'uudzu bika minad Dhii-qi yaumal hisaab (10 kali) <br/>(HR. Ahmad & Abu Daud dan dishahihkan Al Albani)</ul><br/><br/><b>Do'a kedelapan </b><br/>Allaahu akbar (3 kali) Dzul-malakuut wal jaba-ruut wal kib-riyaa' wal 'a-dza-mah</ul><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>(Allah Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). <br/>(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al Albani).</ul><br/><br/><b>Kesalahan bacaan sholat terkait membaca do'a iftitah:</b><br/><ol><li> Tidak membaca do'a iftitahpadahal ada kesempatan untukmembacanya. Karena sikap ini berarti menyia-nyiakan sunah dalam shalat.<br/><br/>Imam Syafi'i rahimahullah mencela sikap orang yang tidak meniru cara shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/></li><li> Makmum yang ketinggalanmenyibukkan diri dengan membaca doa iftitah, padahal imam sudah mau rukuk. Koreksi ini bukanlah saran agardo'a iftitah ini ditinggalkan totalketika menjadi makmum.<br/><br/>Namun jika waktu yang dimilikioleh makmum itu terbatas karena imam sebentar lagi mau rukuk maka sebaiknya makmum mendahulukan yang wajib dari pada yang sunah.<br/><br/>Dan telah diketahui bersama bahwa do'a iftitah hukumnya sunah sedangkan membaca al-fatihah hukumnya wajib. Oleh karena itu, selayaknya makmum yang ketinggalan danimam sudah mau rukuk maka sebaiknya makmum tidak perlumembaca iftitah namun langsung membaca al fatihah.<br/><br/>Dikisahkan bahwa Ibnul Jauzi pernah shalat dibelakang gurunya Abu Bakr Ad Dainuri. Ibnul Jauzi ketinggalan dan imam sudah mau rukuk. TetapiIbnul Jauzi malah sibuk membaca do'a iftitah. Ketika mengetahui hal ini, gurunya menasehatkan:<br/><br/>"Sesungguhnya ulama berselisih tentang wajibnya membaca surat al fatihah di belakang imam, namun merekasepakat bahwa do'a iftitah adalah sunnah. Maka sibukkanlah dirimu dengan yang wajib dan tinggalkanlah yang sunah." (Al Qoulul Mubin, dinukil dari Talbis Iblis).<br/><br/></li><li> Imam membaca do'a iftitahterlalu panjang. Yang lebih tepat adalah selayaknya imam memilih doa iftitah yang pendek.<br/><br/></li><li> Memilih do'a iftitah satu saja dan meninggalkan do'a yang lain. Kemudian do'a yang dipilih tersebut dibaca dalam semua shalat dari sejak SD sampai tua.<br/><br/>Kesalahan ini memberikan dampak buruk sebagai berikut: Sunah adanya bacaan iftitah yang lain menjadi hilang dan tidak lestari. Karena ketika banyak orang meninggalkannya maka orang akan menganggap itu bukan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.<br/><br/>Munculnya sikap fanatisme golongan. Sebagimana yang terjadi di tempat kita. Orang yang iftitahnya: Allaahumma baa'id bainii' dianggap golongan A, sedangkan yang iftitahnya: Allaahu akbar kabiiraa 'dianggap golongan B. Ini adalah musibah yang menimpa kaum muslimin indonesia.</li></ol><br/><br/>Kita ucapkan innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Orang yang shalat menjadi kurang bisa khusyu'. Karena orang yang hafal satu bacaan iftitah saja maka setiap memulai shalat secara otomatis dia akan membaca do'a tersebut tanpa merenungkan terlebih dahulu.<br/><br/>Berbeda dengan orang yang hafal beberapa macam do'a iftitah, maka sebelum membaca dia akan merenungkan terlebih dahulu do'a apa yang harus dia baca.<br/><br/>Semoga tutorial bacaan sholat ini bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin agar dapat mengamalkan dan mempraktekkannya dalam ibadah shalat sehari-hari.<br/><br/>

Bacaan doa Duduk Tasyahud Awal/Akhir

<b> Bacaan doa Duduk Tasyahud Awal: </div><hr/><div class="list2"></b>5.Juni.2013<br/><br/><b>1. Bacaan ketika duduk tasyahud awal ada 2 : </b> bacaan tasyahud dan bacaan shalawat<br/><br/><b>2. Bacaan doa tasyahud hukumnya wajib, </b>berdasarkan perintah Nabishallallahu 'alaihi wa sallam, dalam hadis, "Apabila kalian duduk setelah mendapat 2 rakaat, ucapkanlah: At-TahiyatuLillaah, was shalawatu wat Thayyibaatc" (HR. Ahmad, An-Nasai, dan dishahihkan Al-Albani).<br/><br/><b>3. Sedangkan bacaan shalawat ketika tasyahud awal hukumnya anjuran dan tidak wajib.</b> Sebagaimana keterangan Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarh Muntaqal Akhbar.<br/><br/><b>4. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan berbagai macam lafadz tasyahud. </b> Sikap yang benar adalah mengamalkannyasecara bergantian. Agar kita bisa mengamalkan semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan melestarikannya, sehingga tidak dilupakan.<br/><br/>Berikut beberapa bacaan tasyahud yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabat,<br/><br/><b>a. Bacaan tasyahud Ibnu Mas'ud ,</b>Ibnu Mas'ud mengatkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran. Bacaannya:<br/><br/>ATTAHIYYATU LILLAH, WAS SHALAWAATU WAT THAYYIBAAT, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Bukhari dan Muslim)<br/><br/><b>b. Bacaan tasyahud Ibnu Abbas ,</b> Ibnu Abbas mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajari kami bacaan tasyahud berikut,<br/><br/>ATTAHIYYATUL MUBAARAKAATUS SHALAWAATUT THAYYIBAATU LILLAAH, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAAH (HR. Muslim dan Abu Daud)<br/><br/><b>c. Bacaan tasyahud Ibnu Umar, </b> Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa tasyahud berikut,<br/><br/>ATTAHIYYATU LILLAH, AS- SHALAWAATUT T-THAYYIBAAT, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAH, WA ASY- HADUANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>d. Bacaan tasyahud Umar bin Khatab, </b> Khalifah Umarbin Khatab pernah berkhutbah mengajarkan tasyahud berikut,<br/><br/>ATTAHIYYATU LILLAH, AZ- ZAAKIYAATU LILLAH, AT- THAYYIBAATUS SHALAWAATU LILLAAH. ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI. ASSALAAMU'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL- LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Malik dalam Al-Muwatha', Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf, dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>e. Bacaan tasyahud Abu Musa, </b> Dari Abu Musa, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika kalian duduk tasyahud, pertama yang hendaknya dia baca:<br/><br/>ATTAHIYYATUT THAYYIBAATUS SHALAWAATU LILLAH, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH.<br/><br/><b>f. Bacaan tasyahud A'isyah </b>Dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa A'isyah mengajari beliau lafadz tasyahud,<br/><br/>ATTAHIYYATUT THAYYIBAATUS SHALAWAATUZ ZAAKIYAATU LILLAH, ASSALAAMU 'ALA' NABIY WA RAHMATULLAH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL- LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WA RASUULUH. (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>5. Dianjurkan untuk membaca shalawat setelah membaca tasyahud,</b> sebagaimana hal ini pernah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau duduk tasyahud awal. (HR. Abu Awanah, An-Nasai dan dishahihkan Al-Albani).<br/><br/><b>6. Dibolehkan untuk berdoa apapun</b> setelah membaca tasyahud dan shalawat pada saat duduk tasyahud awal. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,<br/><br/>Bacalah ketika tasyahud awal:"ATTAHIYYATU LILLAH, WAS SHALAWAATU WAT THAYYIBAAT kemudian pilihlah doa yang kalian inginkan, dan bacalah doa itu." (HR. Bukhari) Misalnya, ketika setelah membaca doa tasyahud, shalawat, kemudian kita membaca doa Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah dst.<br/><br/><b>7. Setelah tasyahud awal, bangkit ke rakaat ketiga</b> dengan bertumpu pada kedua tangan.<br/><br/>www.CaraSholat.com<br/><br/><br /><br />link lama ; saffar.xtgem.com

Do'A Duduk Diantara Dua Sujud :

<b> Do'A Duduk Diantara Dua Sujud : </div><hr/><div class="list2"></b>19.Maret.2013<br/><br/>Doa ketika Duduk di Antara DuaSujud Ada beberapa doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika duduk diantara dua sujud, berikut diantaranya,<br/><br/><b> Pertama :<br/></b>Rabbigh-fir lii, war hamnii, waj-bur nii, war-fa'-nii, wah-di- nii, wa 'aafi-nii, war-zuq-nii<br/><br/><b>Kedua :<br/></b>Rabbigh-fir lii.., Rabbigh-fir lii..<br/><br/>Kesalahan ketika Duduk di Antara Dua Sujud<br/><br/><b>1. Tidak thumakninah</b> ketika duduk di antara dua sujud, padahal thumakninah dalam setiap rukun shalat merupakan rukun dalam shalat. Sehingga tidak thumakninah ketika duduk di antara dua sujud, bisa membatalkan shalat.<br/><br/><b>2. Tidak menegakkan punggung ketika duduk</b> di antara dua sujud. Padahal, dia mampu untuk duduk dengan tegak sempurna. Perbuatan semacam ini termasuk membahayakan shalat,<br/><br/>karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada orang yang shalatnya batal untuk melakukan gerakanrukun shalat dengan sempurna. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang cara shalat yang sempurna, "Kemudian dia membaca 'Allahu akbar' dan mengangkat kepalanya sampaitegak sempurna."<br/><br/><b>3. Meninggalkan sunah ketika duduk</b> di antara dua sujud. Di antara sunah yang banyak ditinggalkan adalah 'memperlama duduk di antara dua sujud'. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang memperlama duduk di antara dua sujud, sampai makmum mengatakan, 'Beliau lupa.'<br/><b>(H.R. Bukhari)</b><br/><br/>Ibnul Qayyim mengatakan,"Sunah semacam ini ditinggalkan banyak orang setalah berakhirnya zaman para sahabat." (Zadul Ma'ad, 1/230)<br/><br/>sumber :<br/>www.CaraSholat.com<br/><br/>

Bacaan Sujud :

<b> Bacaan Sujud : </div><hr/><div class="list2"></b>6.Maret.2013<br/><br/>Ada beberapa doa dan bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam ketika sujud. Sikap yang tepat adalah mengamalkannya secara bergantian.<br/><br/>Misalnya pada saat shalat subuh kita membaca doa sujud1, ketika shalat dzuhur membaca doa sujud 2, dst. Sehingga semua sunah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kita amalkan dan ajaran beliau menjadi lestari. Berikut beberapa doa sujud yang sesuai sunah:<br/><br/><b>Pertama : </b><br/>Subhaana rabbiyal a'laa (3 kali)<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Sci Rabbku Yang MahaTinggi 3x<br/><br/>Beliau pernah membaca doa ini berulang-ulang ketika sujud shalat malam, sehingga sujud beliau hampir sama lamanya dengan berdiri beliau.<hr/><br/><br/><b>Kedua : </b><br/>Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih (3 kali)<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Sci Rabbku Yang MahaTinggi dan aku memujiNYA. 3x<br/><hr/><br/><b>Ketiga : </b><br/>Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh<br/><br/>Yang dimaksud ruuh dalam doa ini adalah Malaikat Jibril<br/><hr/><br/><b>Keempat : </b><br/>Subhaa-nakallahumma rabbanaa wa biham-dika allaahum-maghfir-lii<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.<br/><br/>Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam banyak membaca doa ini dalam rukuk dan sujudnya, setelah turun surat An-Nashr. Beliau lakukan demikian, dalamrangka mengamalkan perintah di akhir surat An-Nashr. (HR. Bukhari)<br/><hr/><br/><b>Kelima : </b><br/>Allahummagh-fir-lii dzan-bii kullahuu, diqqahuu, wa jullahuu, wa awwa-lahuu, wa aa-khirahuu, wa 'alaa-niya-tahuu wa sirrahuu<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi.<br/><hr/><br/><b>Keenam : </b><br/>Allahumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, wa laka aslam-tu. Sajada wajhii lilladzii khala-qahuu, wa shawwa-rahuu, wa syaqqa sam'ahuu wa basharahuu, tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin.</b><br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, kepadaMU-lah aku bersujud, kepadaMU aku beriman dan kepadaMU-lah aku menyerahkan diriku. Dan Engkaulah Robbku. Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakan dan membentuknya, maka baikkanlah bentuknya; dan Yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat. Maka Maha Suci Allah sebaik-baiknya pencipta.<br/><hr/><br/><b>Ketujuh : </b><br/>Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa, wal 'adzamah<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan.</b><br/><br/>Doa sujud ini pernah beliau baca ketika shalat malam. Beliau mengulang-ulang lama sekali. Karena ketika berdiri, beliau membaca surat Al- Baqarah.<br/><br/>Ada juga beberapa doa sujud yang khusus dibaca ketika shalat malam. Berikut diantaranya,<br/><hr/><br/><b>Pertama : </b><br/>Subhaanaka allahumma wa bihamdika laa ilaaha illa anta<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan aku memujiMU. Tidak ada Robb selain Engkau.</b><br/><hr/><br/><b>Kedua : </b><br/>Allahummagh-firlii maa asrar-tu wa maa a'lantu<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, ampunilah aku dari apa- apa yang aku sembunyikan dan yang aku nyatakan.</b><br/><hr/><br/><b>Ketiga : </b><br/>Allahumma innii a-'uudzu bi ridhaa-ka min sakhatik, wa bi mu'aafatika min 'uquubatik, wa a-'uudzu bika min-ka, laa uh-shii tsa-naa-an 'alaika anta, kamaa ats-naita 'alaa nafsik<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridhoMU dari kemurkaanMU, dan aku berlindung dengan perlindunganMU dari siksaMU, dan aku berlindung denganMU dariMU. Aku tidak menghitung- hitung pujian kepadaMU, Engkau sebagaimana yang Engkau pujikan kepadaMU.<br/><hr/><br/>Berdasarkan keterangan A'isyah, doa ini dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sujud pada saat shalat malam.<br/><br/>Sumber :<br/>www.CaraSholat.com<br/><br/>

Do'a Bacaan Rukuk

<b> Do'a Bacaan Rukuk : </div><hr/><div class="list2"></b>kuTulis 11-Januari-2013<br/><br/><b>1. Ada banyak model bacaan rukuk</b> yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian.Misalnya ketika rukuk shalat subuh baca lafal A, rukuk shalat dzuhur baca lafal B, dst.<br/><br/><b>2. Orang yang shalat, hanyaboleh membaca bacaan rukuk</b> setelah dia melakukan rukuk sempurna.<br/><br/><b>3. Dibolehkan mengulang-ulang bacaan rukuk,</b> meskipun lebih dari 3 kali, sesuai dengan panjangnya rukuk.<br/><br/><b>4. Orang yang shalat harus membaca bacaan rukuk</b>, meskipun hanya sekali. Karenasebagian ulama menilai bahwabacaan rukuk hukumnya wajib.<br/><br/><b>5. Berikut macam-macam bacaan </b>rukuk <br/><hr/></b>Pertama,:</b><br/>Subhaana rabbiyal adziim <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah)<br/><hr/><br/><b>Kedua, :</b>Subhaana rabbiyal adziim wa bihamdih<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung, dan aku memujiNYA. <br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, Daruqutni)<br/><hr/><br/><b>Ketiga, :</b>Subbuuhun qudduusun, rabbul malaaikati war ruuh <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh (HR. Muslim dan Abu Awanah) *<br/><br/><b>Keterangan: </b>Makna ruhpada doa di atas adalah malaikat jibril.<br/><hr/><br/><b>Keempat, :</b>Subhaanaka Allahumma rabbanaa wa bihamdika Allahummagh-fir-lii <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Keterangan: </b>Bacaan inisering dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setiap rukuk dan sujud beliau, setelah turun surat An-Nashr. Beliau melaksanakan perintah Allah: [ "Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampuna kepada-Nya."<br/> (HR. Bukhari dan Muslim)<br/><hr/><br/><b> Kelima, : </b>Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa', wal 'adzamah.*<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebenaran dan keagungan.<br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, dengansanad shahih)</ul><br/><br/><b>*Keterangan: </b>Doa ini sering dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam.<br/><hr/><br/><b>Keenam, : </b>Allahumma laka raka'tu, wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa 'alaika tawakkal-tu, anta rabbii, khasya'a sam'ii wa basharii, wadamii wa lahmii, wa adzmii wa 'ashabii, lillaahi rabbil 'aalamiin.<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMUaku beriman dan kepadaMU aku menyerahkan diriku, serta kepadaMU aku bertawakkal. Engkaulah Robbku. Pendengaranku, penglihatanku,darahku, dagingku, tulangku dan syarafku tunduk kepada Robb semesta alam.<br/>(HR. Nasai).</ul><br/><br/><b>Kesalahan seputar bacaan rukuk dalam shalat</b><br/><br/><ol><li>Tidak mengangkat tangan ketika hendak rukuk. Atau mengangkat tangan namun tidak sempurna.<br/><br/></li><li> Gerakan rukuk yang terlalu cepat, seperti ayam mematok makanan. Gerakan ini menyebabkan shalatnya tidak sah, karena rukuknya tidak tumakninah.<br/><br/></li><li> Hanya menghafal satu jenis bacaan rukuk. Bacaan rukuk yang hanya satu ini, dibaca sejak kecil sampai dia dewasa. Ini bisa menyebabkan bacaan lainnya yang tidak dia hafal menjadi terlupakan.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan rukuk sebelum posisi rukuk sempurna. Tindakan semacamini, menyebabkan bacaan rukuknya tidak sah.<br/><br/></li><li> Tidak membaca bacaan rukuk sama sekali. Jika dia jadiimam atau shalat sendirian, maka dia harus sujud sahwi.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan sujud ketika rukuk. Tindakan semacam ini tidak sesuai sunah.</ol></li><br/>

Carasholat.com

Tuma'ninah Dalam Setiap Rukun Shalat

<b>T</b>uma'ninah Dalam Setiap Rukun Shalat Sebelum membahas rukun-rukun shalat setelah membaca surat, perlu kita pahami terlebih dahulu tentang satu rukun dalam shalat yang sering dilupakan. Itulah tumaninah.<br/><br/><b>1. Tuma'ninah adalah tenang sejenak</b> setelah semua anggota badan berada pada posisi sempurna ketika melakukan suatu gerakan rukun shalat.<br/><br/>Tumaninah <b>ketika rukuk</b> berarti tenang sejenak setelah rukuk sempurna.<br/><br/>Tuma'ninah <b>ketika sujud</b> berarti tenang sejenak setelah sujud sempurna, dst...<br/><br/><b>2. Tuma'ninah dalam setiapgerakan</b> rukun shalat merupakan bagian penting dalam shalat yang wajib dilakukan. Jika tidak tuma'ninah maka shalatnya <b>tidak sah. </b><br/><br/>Dalil yang menunjukkan wajibnya tumakninah:<br/><ul><li>Suatu ketika ada seseorangyang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid.<br/><br/>Ternyata Nabi menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruhmengulangi shalatnya lagi. Ini berlangsung sampai 3 kali.<br/><br/>kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah katika dia tidak tumakninah.Dia bergerak rukuk dan sujud terlalu cepat.<br/><b>(HR. Bukhari, Muslim, Ibn Majah</b> dan yang lainnya)<br/><br/></li><li>Dari Hudzifah radhiyallahu 'anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tidak menyempurnaka rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah,<br/><br/>"Sudah berapa lama anda shalat semacam ini?" Orang ini menjawab: "40 tahun." Hudzaifah mengatakan:"Engkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun." (karena shalatnya batal).<br/><br/>Lanjut Hudzaifah: "Jika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkaumati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." <br/><b>(HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasai). </b></li></ul><br/><br/><b>3. Karena tuma'ninah hukumnya wajib</b> maka kitatidak boleh bermakmum dengan orang yang shalatnya terlalu cepat dan tidak tumakninah.<br/><br/>Bermakmum di belakang orangyang shalatnya cepat dan tidak tumakninah, bisa menyebabkan shalat kita batal dan wajib diulangi.<br/><br/><b>4. Jika secara tidak sengaja</b> kita mendapatkan imam yang gerakannya terlalu cepat maka kita harus memisahkan diri dan shalat sendirian.<br/><br/><b>5. Orang yang terlalu cepat shalatnya,</b> sehingga tidak tuma'ninah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutnya sebagai orang yang mencuri ketika shalat.<br/><br/>Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: <ul>Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya.</ul>" Setelah ditanya maksudnya, beliau menjawab: "Merekalah orang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya." <br/><b>(HR.</b> Ibn Abi Syaibah, Thabrani, Hakim, dan dishahihkan Ad-Dzahabi).<br/><br/><br />

Carasholat.com

Itidal Hendak Rukuk

<b>Itidal Hendak Rukuk </b></div><hr/><div class="list2"><b>22-Des-2012 : 13:55Wit</b><br/><br/>Download Video nya untuk lebih jelas nya<b><a href="http://carasholat.com/video-gerakan-sholat-sikap-sebelum-rukuk/"> Download Disini </a></b><br/><br/><b>1. Dianjurkan untuk diam sejenak</b> ketika hendak rukuk. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berhenti sejenak, cukup untuk bernafas. <b>(HR. Abu Daud, Hakim, </b>dan dishahihkan Al-Albani)<br/><br/><b>2. melakukan takbir intiqal </b>ketika hendak rukuk. Takbir i'tidal adalah takbir perpindahan dari satu rukun kerukun lainnya. Dianjurkan mengangkat tangan ketika takbir i'tidal, sebagaimana ketika takbiratul ihram.<br/><br/>Ini berdasarkan keterangan Ibnu Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbiasa mengangkat tangan setinggi pundak ketika memulai shalat (takbiratul ihram), hendak rukuk dan ketika bangkit dari rukuk (i'tidal). <b>(HR. Bukhari dan Muslim) </b><br/><br/>Karena takbir i'tidal ini merupakan takbir perpindahan maka takbir ini dilakukan ketikabergerak menuju rukuk, bukan sebelum rukuk atau setelah sempurna rukuk.<br/><br/>Abu Hurairah menceritakan:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulai takbiratul ihram ketika berdiri tegak, kemudian takbir lagi ketika turun rukuk, kemudian membaca ' <b>sami'allaahu liman hamidah'</b> ketika bangkit i'tidal" <b>(HR. Bukhari)<br/><br/>Kesalahan ketika rukuk dalam sholat</b><br/><br/><ul><li> Tidak membaca takbir i'tidal ketika rukuk. Kesalahan ini bisa membatalkan shalat karena takbir i'tidal termasuk kewajiban dalam shalat. Keterangan ini ditegaskan oleh As-Syaukani dalam <b>Nailul Authar (2/279).</b><br/><br/></li><li> Membaca takbir rukuk setelah rukuk sempurna. Kesalahan ini banyak terjadi pada imam, dengan harapan makmum tidak mendahului imam. Namun perbuatan ini dinilai oleh sebagian ulama hambali, bisa membatalkan shalat jika dilakukan secara sengaja. <br/><b>(Al-Qaulul Mubin, 116). </b><br/><br/>Imam Ibnu Utsaimin menyebutkan: Ada sebagian ulama yang mengatakan, jika ada orang yang melakukan takbir i'tidal sebelum rukuk atau setelah sempurna rukuk, maka takbirnya tidak dinilai. <br/><b>(As-Syarhul mumti', 3/87). </b><br/><br/></li><li> Tidak mengangkat tangan ketika takbir hendak rukuk. Meskipun takbir ini tidak wajib, namun meremehkan takbir ketika hendak rukuk, menunjukkan sikap kurang perhatian dengan kesempurnaan shalat.<br/><br/></ul></li><br />

Jumat, 03 November 2017

Doa Bacaan Rukuk

<b> Do'a Bacaan Rukuk : </div><hr/><div class="list2"></b>kuTulis 11-Januari-2013<br/><br/><b>1. Ada banyak model bacaan rukuk</b> yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian.Misalnya ketika rukuk shalat subuh baca lafal A, rukuk shalat dzuhur baca lafal B, dst.<br/><br/><b>2. Orang yang shalat, hanyaboleh membaca bacaan rukuk</b> setelah dia melakukan rukuk sempurna.<br/><br/><b>3. Dibolehkan mengulang-ulang bacaan rukuk,</b> meskipun lebih dari 3 kali, sesuai dengan panjangnya rukuk.<br/><br/><b>4. Orang yang shalat harus membaca bacaan rukuk</b>, meskipun hanya sekali. Karenasebagian ulama menilai bahwabacaan rukuk hukumnya wajib.<br/><br/><b>5. Berikut macam-macam bacaan </b>rukuk <br/><hr/></b>Pertama,:</b><br/>Subhaana rabbiyal adziim <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah)<br/><hr/><br/><b>Kedua, :</b>Subhaana rabbiyal adziim wa bihamdih<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung, dan aku memujiNYA. <br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, Daruqutni)<br/><hr/><br/><b>Ketiga, :</b>Subbuuhun qudduusun, rabbul malaaikati war ruuh <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh (HR. Muslim dan Abu Awanah) *<br/><br/><b>Keterangan: </b>Makna ruhpada doa di atas adalah malaikat jibril.<br/><hr/><br/><b>Keempat, :</b>Subhaanaka Allahumma rabbanaa wa bihamdika Allahummagh-fir-lii <br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.<br/>(HR. Bukhari dan Muslim)</ul><br/><br/><b>Keterangan: </b>Bacaan inisering dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setiap rukuk dan sujud beliau, setelah turun surat An-Nashr. Beliau melaksanakan perintah Allah: [ "Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampuna kepada-Nya."<br/> (HR. Bukhari dan Muslim)<br/><hr/><br/><b> Kelima, : </b>Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa', wal 'adzamah.*<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebenaran dan keagungan.<br/>(HR. Ahmad, Abu Daud, dengansanad shahih)</ul><br/><br/><b>*Keterangan: </b>Doa ini sering dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat malam.<br/><hr/><br/><b>Keenam, : </b>Allahumma laka raka'tu, wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa 'alaika tawakkal-tu, anta rabbii, khasya'a sam'ii wa basharii, wadamii wa lahmii, wa adzmii wa 'ashabii, lillaahi rabbil 'aalamiin.<br/><br/><b>Artinya :<br/></b>= Ya Allah, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMUaku beriman dan kepadaMU aku menyerahkan diriku, serta kepadaMU aku bertawakkal. Engkaulah Robbku. Pendengaranku, penglihatanku,darahku, dagingku, tulangku dan syarafku tunduk kepada Robb semesta alam.<br/>(HR. Nasai).</ul><br/><br/><b>Kesalahan seputar bacaan rukuk dalam shalat</b><br/><br/><ol><li>Tidak mengangkat tangan ketika hendak rukuk. Atau mengangkat tangan namun tidak sempurna.<br/><br/></li><li> Gerakan rukuk yang terlalu cepat, seperti ayam mematok makanan. Gerakan ini menyebabkan shalatnya tidak sah, karena rukuknya tidak tumakninah.<br/><br/></li><li> Hanya menghafal satu jenis bacaan rukuk. Bacaan rukuk yang hanya satu ini, dibaca sejak kecil sampai dia dewasa. Ini bisa menyebabkan bacaan lainnya yang tidak dia hafal menjadi terlupakan.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan rukuk sebelum posisi rukuk sempurna. Tindakan semacamini, menyebabkan bacaan rukuknya tidak sah.<br/><br/></li><li> Tidak membaca bacaan rukuk sama sekali. Jika dia jadiimam atau shalat sendirian, maka dia harus sujud sahwi.<br/><br/></li><li> Membaca bacaan sujud ketika rukuk. Tindakan semacam ini tidak sesuai sunah.</ol></li><br/>

Kamis, 02 November 2017

SURAT AD-DHUHA 93

<b>SURAT AD-DHUHA 93 (11) AYAT 1-11 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Wadhdhuhaa<br/><font color="#FF8C00">Demi waktu matahari sepenggalahan naik <br/></font><br/>2. wallayli idzaa sajaa<br/><font color="#FF8C00">dan demi malam apabila telah sunyi,<br/></font><br/>3. Maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa<br/><font color="#FF8C00">Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu<br/></font><br/>4. walal-aakhiratu khayrun laka mina l-uulaa<br/><font color="#FF8C00">dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan<br/></font><br/>5. Walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa<br/><font color="#FF8C00">Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.<br/></font><br/>6. Alam yajidka yatiiman faaawaa<br/><font color="#FF8C00">Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Diamelindungimu. <br/></font><br/>7. Wawajadaka daallan fahadaa<br/><font color="#FF8C00">Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung , lalu Diamemberikan petunjuk.<br/></font><br/>8. Wawajadaka 'aa-ilan fa- aghnaa<br/><font color="#FF8C00">sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.<br/></font><br/>9. Fa-ammaa lyatiima falaa taqhar<br/><font color="#FF8C00">Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.<br/></font><br/>10. Wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar<br/><font color="#FF8C00">Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. <br/></font><br/>11. Wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits<br/><font color="#FF8C00">Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).<br/></font><br/>

SURAT AL-ZALZALA 99

<b>SURAT AL-ZALZALA 99 (8) AYAT 1-8 TEKT/LIRIK<br/><br/></b>23 Desember 2011 <br/><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Idzaa zulzilati l-ardhu zilzaalahaa<br/><font color="#FF8C00">Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat),<br/></font><br/>2. wa-akhrajati l-ardhu atsqaalahaa<br/><font color="#FF8C00">dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, <br/></font><br/>3. waqaala l-insaanu maa lahaa<br/><font color="#FF8C00">dan manusia bertanya:"Mengapa bumi (jadi begini)?",<br/></font><br/>4. yawma-idzin tuhadditsu akhbaarahaa<br/><font color="#FF8C00">pada hari itu bumi menceritakan beritanya<br/></font><br/>5. bi-anna rabbaka awhaa lahaa<br/><font color="#FF8C00">karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan(yang sedemikian itu) kepadanya. <br/></font><br/>6. Yawma-idzin yashduru nnaasu asytaatan liyuraw a'maalahum<br/><font color="#FF8C00">Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka <br/></font><br/>7. Faman ya'mal mitsqaala dzarratin khayran yarah<br/><font color="#FF8C00">Barangsiapa yang mengerjakankebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. <br/></font><br/>8. Waman ya'mal mitsqaala dzarratin syarran yarah<br/><font color="#FF8C00">Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberatzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.</font><br/><br/>

SURAT AL-TAKASUR 102

<b>SURAT AL-TAKASUR 102 (8) 1-8 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Alhaakumu ttakaatsur<br/><font color="#FF8C00">Bermegah-megahan telah melalaikan kamu <br/></font><br/>2. hattaa zurtumu lmaqaabir<br/><font color="#FF8C00">sampai kamu masuk ke dalam kubur.<br/></font><br/>3. Kallaa sawfa ta'lamuun<br/><font color="#FF8C00">Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),<br/></font><br/>4. tsumma kallaa sawfa ta'lamuun<br/><font color="#FF8C00">dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.<br/></font><br/>5. Kallaa law ta'lamuuna 'ilma lyaqiin<br/><font color="#FF8C00">Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,<br/></font><br/>6. latarawunna ljahiim<br/><font color="#FF8C00">niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,<br/></font><br/>7. tsumma latarawunnahaa 'ayna lyaqiin<br/><font color="#FF8C00">dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin<br/></font><br/>8. tsumma latus-alunna yawma-idzin 'ani nna'iim<br/><font color="#FF8C00">kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang keni'matan (yang kamu megah-megahkan di dunia<br/></font><br/>

SURAT AL-QURAISH 106

<b>SURAT AL-QURAISH 106 (4) TEKT/LIRIK</b><br/><br/>26 Januari 2012<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Li-iilaafi quraysy<br/><font color="#FF8C00">Karena kebiasaan orang- orangQuraisy<br/></font><br/>2. iilaafihim rihlata sysyitaa-i washshayf<br/><font color="#FF8C00">(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas<br/></font><br/>3. Falya'buduu rabba haadzaa lbayt<br/><font color="#FF8C00">Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).<br/></font><br/>4. Alladzii ath'amahum min juu'in waaamanahum min khawf<br/><font color="#FF8C00">Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.<br/></font><br/>

SURAT AL-QARIAH 101

<b>SURAT AL-QARIAH 101 (11) TEKT/LIRIK</b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Alqaari'a<br/><font color="#FF8C00">Hari Kiamat,<br/></font><br/>2. maa lqaari'a<br/><font color="#FF8C00">apakah hari Kiamat itu?<br/></font><br/>3. Wamaa adraaka maa lqaari'a<br/><font color="#FF8C00">Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?<br/></font><br/>4. yawma yakuunu nnaasu kalfaraasyi lmabtsuuts<br/><font color="#FF8C00">Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran,<br/></font><br/>5. watakuunu ljibaalu kal'ihni lmanfuusy<br/><font color="#FF8C00">dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.<br/></font><br/>6. Fa-ammaa man tsaqulat mawaaziinuh<br/><font color="#FF8C00">Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,<br/></font><br/>7. fahuwa fii 'iisyatin raadiya<br/><font color="#FF8C00">maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.<br/></font><br/>8. Wa-ammaa man khaffat mawaaziinuh<br/><font color="#FF8C00">Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,<br/></font><br/>9. faummuhu haawiya<br/><font color="#FF8C00">maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.<br/></font><br/>10. Wamaa adraaka maa hiya<br/><font color="#FF8C00">Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?<br/></font><br/>11. naarun haamiya<br/><font color="#FF8C00">(Yaitu) api yang sangat panas<br/></font><br/>

SURAT AL-QADR 97

<b> SURAT AL-QADR 97 (5) AYAT 1-5 TEKT/LIRIK<br/><br/></b>8 Agustus 2012<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Innaa anzalnaahu fii laylatil qadr<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan .<br/></font><br/>2. Wamaa adraaka maa laylatu lqadr<br/><font color="#FF8C00">Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? <br/></font><br/>3. Iaylatu lqadri khayrun min lfi syahr<br/><font color="#FF8C00">Malam kemuliaan itu lebih baikdari seribu bulan.<br/></font><br/>4. Tanazzalul malaaikatu warruuhu fiihaa biidzni rabbihim min kulli amr<br/><font color="#FF8C00">Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan<br/></font><br/>5. Salaamun hiya hattaa mathla'il fajr<br/><font color="#FF8C00">Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.<br/></font><br/>

SURAT AL-NASR 110

<b>SURAT AL-NASR 110 (3) AYAT 1-3 TEKT/LIRIK </b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Idzaa jaa anashrullaahi walfath<br/><font color="#FF8C00">Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.<br/></font><br/>2. Waraayta nnaasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa<br/><font color="#FF8C00">Dan kamu lihat manusia masukagama Allah dengan berbondong-bondong,<br/></font><br/>3. fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu innahu kaana tawwaabaa<br/><font color="#FF8C00">maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.<br/></font><br/>

SURAT AL-MAA'UN 107

<b>SURAT AL-MAA'UN 107 (7) AYAT 1-7 TEKT/LIRIK<b/r><br/></b>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Ara-aytalladzii yukadzdzibu biddiin<br/><font color="#FF8C00">Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?<br/></font><br/>2. Iadzaalikalladzii yadu''ul yatiim<br/><font color="#FF8C00">Itulah orang yang menghardik anak yatim,<br/></font><br/>3. walaa yahudhdhu 'alaa tha'aami lmiskiin<br/><font color="#FF8C00">dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.<br/></font><br/>4. Fawaylun lilmushalliin<br/><font color="#FF8C00">Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,<br/></font><br/>5. alladziina hum 'an shalaatihim saahuun<br/><font color="#FF8C00">(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,<br/></font><br/>6. alladziina hum yuraauun<br/><font color="#FF8C00">orang-orang yang berbuat riya'<br/></font><br/>7. wayamna'uuna almaa'uun<br/><font color="#FF8C00">dan enggan (menolong dengan) barang berguna<br/></font><br/>

SURAT AL-LAIL 92

<b> SURAT AL-LAIL 92 (21) AYAT 1-21 TEKT/LIRIK 23</b><br/><br/>Januari 2012 pukul 10:18<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Wallayli idzaa yaghsyaa<br/><font color="#FF8C00">Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),<br/></font><br/>2. wannahaari idzaa tajallaa<br/><font color="#FF8C00">dan siang apabila terang benderang, <br/></font><br/>3. wamaa khalaqa dzdzakara wal-untsaa<br/><font color="#FF8C00">dan penciptaan laki-laki dan perempuan,<br/></font><br/>4. inna sa'yakum lasyattaa<br/><font color="#FF8C00">sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. <br/></font><br/>5. Fa-ammaa man a'thaa wattaqaa<br/><font color="#FF8C00">Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, <br/></font><br/>6. washaddaqa bilhusnaa<br/><font color="#FF8C00">dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),<br/></font><br/>7. fasanuyassiruhu lilyusraa<br/><font color="#FF8C00">maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yangmudah.<br/></font><br/>8. wa-ammaa man bakhila wastaghnaa<br/><font color="#FF8C00">Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup ,<br/></font><br/>9. wakadzdzaba bilhusnaa<br/><font color="#FF8C00">serta mendustakan pahala yang terbaik,<br/></font><br/>10. fasanuyassiruhu lil'usraa<br/><font color="#FF8C00">maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.<br/></font><br/>11. Wamaa yughnii 'anhu maaluhu idzaa taraddaa<br/><font color="#FF8C00">Dan hartanya tidak bermanfa'atbaginya apabila ia telah binasa.<br/></font><br/>12. Inna 'alaynaa lalhudaa<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,<br/></font><br/>13. wa-inna lanaa lal-aakhirata wal-uulaa<br/><font color="#FF8C00">dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.<br/></font><br/>14. Fa-andzartukum naaran talazhzhaa<br/><font color="#FF8C00">Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.<br/></font><br/>15. Laa yashlaahaa illaa l-asyqaa<br/><font color="#FF8C00">Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, <br/></font><br/>16. alladzii kadzdzaba watawallaa<br/><font color="#FF8C00">yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dariiman). <br/></font><br/>17. Wasayujannabuhaa l-atqaa<br/><font color="#FF8C00">Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, <br/></font><br/>18. alladzii yu/tii maalahu yatazakkaa<br/><font color="#FF8C00">yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah) untuk membersihkannya, <br/></font><br/>19. wamaa li-ahadin 'indahu min ni'matin tujzaa<br/><font color="#FF8C00">padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni'mat kepadanya yang harus dibalasnya, <br/></font><br/>20. illaa ibtighaa-a wajhi rabbihil-a'laa<br/><font color="#FF8C00">tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.<br/></font><br/>21. Walasawfa yardaa<br/><font color="#FF8C00">Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.<br/></font><br/>

SURAT AL-LAHAB 111

<b>SURAT AL-LAHAB 111 (5) AYAT 1-5 TEKT/LIRIK </b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. tabbat yadaa abii lahabin watab<br/><font color="#FF8C00">Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa<br/></font><br/>2. maa aghnaa 'anhu maaluhu wamaa kasab<br/><font color="#FF8C00">Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.<br/></font><br/>3. sayashlaa naaran dzaata lahab<br/><font color="#FF8C00">elak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.<br/></font><br/>4. wamra-atuhu hammaalata lhathab<br/><font color="#FF8C00">Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar<br/></font><br/>5. fii jiidihaa hablun min masad<br/><font color="#FF8C00">Yang di lehernya ada tali dari sabut.<br/></font>i

SURAT AL-KAUTSAR 108

<b>SURAT AL-KAUTSAR 108 (8) AYAT 1-3 </b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Innaa a'thaynaaka al kautsar<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga.<br/></font><br/>2. Fashalli lirabbika wanhar<br/><font color="#FF8C00">Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah . .<br/></font><br/>3.Inna syaani'aka huwa al abtar<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus<br/></font><br/>

SURAT AL-KAFIRUN 109

<b>SURAT AL-KAFIRUN 109 (6) AYAT 1-6 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Qul yaa ayyuhaal kaafiruun<br/><font color="#FF8C00">Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir<br/></font><br/>2. laa a'budu maa ta'buduun<br/><font color="#FF8C00">aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.<br/></font><br/>3. Walaa antum 'aabiduuna maa a'bud<br/><font color="#FF8C00">Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah<br/></font><br/>4. Walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum<br/><font color="#FF8C00">Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.<br/></font><br/>5. Walaa antum 'aabiduuna maa a'bud<br/><font color="#FF8C00">Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.<br/></font><br/>6. Lakum diinukum waliya diin<br/><font color="#FF8C00">Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".<br/></font><br/>

SURAT AL-JUMUAH 62

<b>SURAT AL-JUMUAH 62 (11) ayat 1-11 TEKT LIRIK</b><br/><br/>30-Juni-2013<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/><br/>1. Yusabbihu lillaahi maa fii ssamaawaati wamaa fii alaardhi almaliki alqudduusi al'aziizi alhakiim.<br/><font color="#FF8C00">Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja,Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<br/></font><br/>2. Huwalladzii ba'atsa fii al- ummiyyiina rasuulan minhum yatluu 'alayhim aayaatihi wayuzakkiihim wayu'allimuhumu. lkitaaba walhikmata wa-in kaanuu min qablu lafii dhalaalin mubiin.<br/><font color="#FF8C00">Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,<br/></font><br/>3. waaakhariina minhum lammaa yalhaquu bihim wahuwa l'aziizu lhakiim.<br/><font color="#FF8C00">dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. <br/></font><br/>4. Dzaalika fadhlullaahi yutiihi man yasyaau walaahu dzuu lfadhli l'azhiim.<br/><font color="#FF8C00">Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. <br/></font><br/>5. Matsalulladziina hummiluu ttawraata tsumma lam yahmiluuhaa kamatsali lhimaari yahmilu asfaaran bisa matsalu lqawmilladziina kadzdzabuu bi-aayaatillaahi walaahu laa yahdii alqawma zhzhaalimiin.<br/><font color="#FF8C00">Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.<br/></font><br/>6. Qul yaa ayyuhaalladziina haaduu in za'amtum annakum awliyaau lillaahi min duuni nnaasi fatamannawuu lmawta in kuntum shaadiqiin<br/><font color="#FF8C00">Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar".<br/></font><br/>7. Walaa yatamannawnahu abadan bimaa qaddamat aydiihim walaahu 'aliimun bizhzhaalimiin.<br/><font color="#FF8C00">Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan merekasendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.<br/></font><br/>8. Qul inna almawtalladzii tafirruuna minhu fa-innahu mulaaqiikum tsumma turadduuna ilaa 'aalimi lghaybi. wasysyahaadati fayunabbi-ukum bimaa kuntum ta'maluun<br/><font color="#FF8C00">Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".<br/></font><br/>9. Yaa ayyuhaalladziina aamanuu idzaa nuudiya lishshalaati min yawmi ljumu'ati fas'aw ilaa dzikrillaahiwadzaruu lbay'a dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuun.<br/><font color="#FF8C00">Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang padahari Jum'at, maka bersegeralahkamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.<br/></font><br/>10. Fa idzaa qudhiyati shshalaatu fantasyiruu fii al-ardhi wabtaghuu min fadhlillaahi wadzkuruullaaha katsiiran la'allakum tuflihuuna.<br/><font color="#FF8C00">Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.<br/></font><br/>11. Wa idzaa ra-aw tijaaratan aw lahwan infadhdhuu ilayhaa watarakuuka qaa-iman qul maa'indallaahi khayrun minallahwi wamina ttijaarati walaahu khayru rraaziqiin.<br/><font color="#FF8C00">Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri(berkhutbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.<br/></font><br/><br/>

SURAT AL-IKHLAS 112

<b>SURAT AL-IKHLAS 112 (4) AYAT 1-4 TEKT/LIRIK<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Qul huwallaahu ahad<br/><font color="#FF8C00">Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa<br/></font><br/>2. Allaahu shshamad<br/><font color="#FF8C00">Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segalasesuatu.<br/></font><br/>3. Lam yalid walam yuulad<br/><font color="#FF8C00">Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,<br/></font><br/>4. walam yakun lahu kufuwan ahad<br/><font color="#FF8C00">dan tidak ada seorangpun yangsetara dengan Dia".<br/></font><br/>Kemulian dan ke Utaman surat Al-ikhlas :<br/><b><a href="http://m.facebook.com/notes/al-quran-dan-terjemahnya/kemuliaan-dan-keagungan-surat-al-ikhlas/147148745300162/?refid=52&_ft_=qid.5900598571702018121%3Amf_story_key.6289933197923911411"> SelengkapNya...</a></b><br/><br/>

SURAT AL-HUMAZA 104

<b>SURAT AL-HUMAZA 104 (9) TEKT/LIRIK</b><br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Waylun likulli humazatin lumaza<br/><font color="#FF8C00">Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,<br/></font><br/>2. alladzii jama'a maalan wa'addadah<br/><font color="#FF8C00">yang mengumpulkan harta danmenghitung-hitungnya<br/></font><br/>3. yahsabu anna maalahu akhladah<br/><font color="#FF8C00">dia mengira bahwa hartanya itudapat mengekalkannya,<br/></font><br/>4. kallaa layunbadzanna fii lhuthama<br/><font color="#FF8C00">sekali-kali tidak! Sesungguhnyadia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.<br/></font><br/>5. Wamaa adraaka maa lhuthama<br/><font color="#FF8C00">Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?<br/></font><br/>6. naarullaahi lmuuqada<br/><font color="#FF8C00">(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan<br/></font><br/>7. allatii taththhali'u 'alaa l-af-ida<br/><font color="#FF8C00">yang (membakar) sampai ke hati<br/></font><br/>8. Innahaa 'alayhim mu/shada<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,<br/></font><br/>9. fii 'amadin mumaddada<br/><font color="#FF8C00">(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.<br/></font>

SURAT AL-GHASHIYA 88

<b>SURAT AL-GHASHIYA 88 (26) AYAT 1-26 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>26 Juni 2012 pukul 8:50<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/><br/>1. Hal ataaka hadiithu alghaasyiah<br/><font color="#FF8C00">Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?<br/></font><br/>2. Wujuuhun yawmaidzin khaasyi'ah<br/><font color="#FF8C00">Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, <br/></font><br/>3. 'aamilatun naasiba<br/><font color="#FF8C00">bekerja keras lagi kepayahan,<br/></font><br/>4. tashlaa naaran haamiya<br/><font color="#FF8C00">memasuki api yang sangat panas (neraka),<br/></font><br/>5. tusqaa min 'aynin aaniya<br/><font color="#FF8C00">diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.<br/></font><br/>6. Laysa lahum tha'aamun illaa min dharii'in<br/><font color="#FF8C00">Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,<br/></font><br/>7. laa yusminu walaa yughnii min juu'in<br/><font color="#FF8C00">yang tidak menggemukkan dantidak pula menghilangkan lapar.<br/></font><br/>8. Wujuuhun yawma-idzin naa'ima<br/><font color="#FF8C00">Banyak muka pada hari itu berseri-seri,<br/></font><br/>9. lisa'yihaa raadiya<br/><font color="#FF8C00">merasa senang karena usahanya,<br/></font><br/>10. fii jannatin 'aaliya<br/><font color="#FF8C00">dalam surga yang tinggi,<br/></font><br/>11. laa tasma'u fiihaa laaghiya<br/><font color="#FF8C00">tidak kamu dengar di dalamnyaperkataan yang tidak berguna.<br/></font><br/>12. Fiihaa 'aynun jaariya<br/><font color="#FF8C00">Di dalamnya ada mata air yang mengalir.<br/></font><br/>13. Fiihaa sururun marfuu'a<br/><font color="#FF8C00">Di dalamnya ada takhta- takhta yang ditinggikan,<br/></font><br/>14. wa-akwaabun mawdhuu'a<br/><font color="#FF8C00">dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),<br/></font><br/>15. wanamaariqu mashfuufa<br/><font color="#FF8C00">dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,<br/></font><br/>16. wazaraabiyyu mabtsuutsa<br/><font color="#FF8C00">dan permadani-permadani yang terhampar.<br/></font><br/>17. Afalaa yanzhuruuna ilaa al-ibili kayfa khuliqath<br/><font color="#FF8C00">Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,<br/></font><br/>18. Wa-ilaa ssamaa-i kayfa rufi'ath<br/><font color="#FF8C00">Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?<br/></font><br/>19. Wa-ilaa ajibaali kayfa nushibath<br/><font color="#FF8C00">Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?<br/></font><br/>20. Wa-ilaa alardhi kayfa suthihath<br/><font color="#FF8C00">Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?<br/></font><br/>21. Fadzakkir innamaa anta mudzakkir<br/><font color="#FF8C00">Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.<br/></font><br/>22. Lasta 'alayhim bimushaythir<br/><font color="#FF8C00">Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,<br/></font><br/>23. illaa man tawallaa wakafar<br/><font color="#FF8C00">tetapi orang yang berpaling dan kafir,<br/></font><br/>24. fayu'adzdzibuhullaahu l'adzaaba l-akbar<br/><font color="#FF8C00">maka Allah akan mengazabnyadengan azab yang besar.<br/></font><br/>25. Inna ilaynaa iyaabahum<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,<br/></font><br/>26. tsumma inna 'alaynaa hisaabahum<br/><font color="#FF8C00">kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisabmereka.<br/><br/><br/>

SURAT AL-FIIL 105

<b>SURAT AL-FIIL 105 (5) AYAT 1-5 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>8 Februari 2012<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Alam tara kayfa fa'ala rabbuka bi-ash-haabi lfiil<br/><font color="#FF8C00">Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?<br/></font><br/>2. Alam yaj'al kaydahum fii tadhliil<br/><font color="#FF8C00">Bukankah Dia telah menjadikantipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?<br/></font><br/>3. Wa-arsala 'alayhim thayran abaabiil<br/><font color="#FF8C00">Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,<br/></font><br/>4. tarmiihim bihijaaratin min sijjiil<br/><font color="#FF8C00">yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,<br/></font><br/>5. faja'alahum ka'ashfin ma kuul<br/><font color="#FF8C00">lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).<br/></font><br/>

SURAT AL-FALAQ 113

<b>SURAT AL-FALAQ 113 (5) AYAT 1-5 TEKT/LIRIK<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Qul a'uudzu birabbil falaq<br/><font color="#FF8C00">Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasaisubuh,<br/></font><br/>2. Min syarri maa khalaq<br/><font color="#FF8C00">dari kejahatan makhluk-Nya<br/></font><br/>3. wamin syarri ghaasiqin idzaawaqab<br/><font color="#FF8C00">dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,<br/></font><br/>4. wamin syarri nnaffaatsaati fiil'uqad<br/><font color="#FF8C00">dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul<br/></font><br/>5. wamin syarri haasidin idzaa hasad<br/><font color="#FF8C00">dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".<br/></font><br/>

SURAT AL-BAYYINA 98

<b>SURAT AL-BAYYINA 98 (8) AYAT 1-8 TEKT/LIRIK<br/></b><br/>10 Agustus 2012<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Lam yakunilladziina kafaruu min ahli lkitaabi walmusyrikiinamunfakkiina hattaa ta'tiyahumulbayyina<br/><font color="#FF8C00">Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,<br/></font><br/>2. rasuulun minallaahi yatluu shuhufan muthahhara<br/><font color="#FF8C00">(yaitu) seorang Rasul dari Allah(Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an),<br/></font><br/>3. fiihaa kutubun qayyima<br/><font color="#FF8C00">di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus<br/></font><br/>4. Wamaa tafarraqalladziina uutuu lkitaaba illaa min ba'di maa jaaat-humu lbayyina<br/><font color="#FF8C00">Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.<br/></font><br/>5. Wamaa umiruu illaa liya'buduullaaha mukhlishiina lahu ddiina hunafaa-a wayuqiimuu shshalaata wayu'tuu zzakaata wadzaalika diinu lqayyima<br/><font color="#FF8C00">Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.<br/></font><br/>6. Innalladziina kafaruu min ahli lkitaabi walmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarru lbariyya<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) keneraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.<br/></font><br/>7. Innalladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati ulaa-ika hum khayru lbariyya<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakanamal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. <br/></font><br/>8. Jazaauhum 'inda rabbihim jannaatu 'adnin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa abadan radhiyallaahu 'anhum waradhuu 'anhu dzaalika liman khasyiya rabbah<br/><font color="#FF8C00">Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai- sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. <br/></font><br/>

SURAT AL-BALAD 90

<b>SURAT AL-BALAD 90 (20) AYAT 1-20 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>12 Agustus 2012 pukul 10:53<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/>1. Laa uqsimu bihaadzaal balad<br/><font color="#FF8C00">Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), <br/></font><br/>2. wa-anta hillun bihaadzaal balad<br/><font color="#FF8C00">dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,<br/></font><br/>3. wawaalidin wamaa walad<br/><font color="#FF8C00">dan demi bapak dan anaknya. <br/></font><br/>4. Laqad khalaqnaal alsaana fii kabad<br/><font color="#FF8C00">Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. <br/></font><br/>5. Ayahsabu an lan yaqdira 'alayhi ahad<br/><font color="#FF8C00">Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?<br/></font><br/>6. Yaquulu ahlaktu maalan lubadaa<br/><font color="#FF8C00">Dia mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak".<br/></font><br/>7. Ayahsabu an lam yarahu ahad<br/><font color="#FF8C00">Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya? <br/></font><br/>8. Alam naj'al lahu 'aynayn<br/><font color="#FF8C00">Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, <br/></font><br/>9. walisaanan wasyafatayn<br/><font color="#FF8C00">lidah dan dua buah bibir. <br/></font><br/>10. Wahadaynaahu nnajdayn<br/><font color="#FF8C00">Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan .<br/></font><br/>11. Falaa iqtahama l'aqaba<br/><font color="#FF8C00">Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendakilagi sukar?.<br/></font><br/>12. Wamaa adraaka maa l'aqaba<br/><font color="#FF8C00">Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?<br/></font><br/>13. fakku raqaba<br/><font color="#FF8C00">(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan<br/></font><br/>14. aw ith'aamun fii yawmin dzii masghaba<br/><font color="#FF8C00">atau memberi makan pada harikelaparan,<br/></font><br/>15. yatiiman dzaa maqraba<br/><font color="#FF8C00">(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,<br/></font><br/>16. aw miskiinan dzaa matraba<br/><font color="#FF8C00">atau orang miskin yang sangat fakir.<br/></font><br/>17. Tsumma kaana minalladziina aamanuu watawaasaw bishshabri watawaasaw bilmarhama<br/><font color="#FF8C00">Dan dia termasuk orang- orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasihsayang.<br/></font><br/>18. Ulaa-ika ash-haabu lmaymana<br/><font color="#FF8C00">Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.<br/></font><br/>19. Walladziina kafaruu bi-aayaatinaa hum ash-haabul masy-ama<br/><font color="#FF8C00">Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.<br/></font><br/>20. 'Alayhim naarun mu'shada<br/><font color="#FF8C00">Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.<br/></font><br/><br/>

SURAT AT-TIN 95

<b>SURAT AT-TIN 95 (8) AYAT 1-8 TEKT/LIRIK</b><br/><br/> 12 Juli 2012<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/>1. Wattiini wazzaytuun<br/><font color="#FF8C00">Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun<br/></font><br/>2. wathuuri siiniin<br/><font color="#FF8C00">dan demi bukit Sinai ,<br/></font><br/>3. wahaadzaa albaladi alamiin<br/><font color="#FF8C00">dan demi kota (Mekah) ini yangaman, <br/></font><br/>4. laqad khalaqnaa alinsaana fiiahsani taqwiim<br/><font color="#FF8C00">sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.<br/></font><br/>5. Tsumma radadnaahu asfala saafiliin<br/><font color="#FF8C00">Kemudian Kami kembalikan diake tempat yang serendah-rendahnya (neraka),<br/></font><br/>6. illaa alladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati falahum ajrun ghayru mamnuun<br/><font color="#FF8C00">kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. <br/></font><br/>7. Famaa yukadzdzibuka ba'du biddiin<br/><font color="#FF8C00">Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan- keterangan) itu?<br/></font><br/>8. Alaysallaahu biahkami alhaakimiin<br/><font color="#FF8C00">Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?<br/></font><br/><br/><br/>

SURAT ASY-SYAMS 91

<b>SURAT ASY-SYAMS 91 (15)AYAT 1-15 TEKT/LIRIK</b><br/><br/>8 Agustus 2012<br/><br/>Audzubillahi minasyaitan nirrajim<br/><font color="#FF8C00">Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk <br/></font><br/>Bismillahirrahmanirrahiim<br/><font color="#FF8C00">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang<br/></font><br/><br/><br/>1. Wasysyamsi wadhuhaahaa<br/><font color="#FF8C00">Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,<br/></font><br/>2. walqamari idzaa talaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan bulan apabila mengiringinya,<br/></font><br/>3. wannahaari idzaa jallaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan siang apabila menampakkannya,<br/></font><br/>4. wallayli idzaa yaghsyaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan malam apabila menutupinya ,<br/></font><br/>5. wassamaa-i wamaa banaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan langit serta pembinaannya,<br/></font><br/>6. wal-ardhi wamaa thahaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan bumi serta penghamparannya,<br/></font><br/>7. wanafsin wamaa sawwaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),<br/></font><br/>8. fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa<br/><font color="#FF8C00">maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,<br/></font><br/>9. qad aflaha man zakkaahaa<br/><font color="#FF8C00">sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,<br/></font><br/>10. waqad khaaba man dassaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.<br/></font><br/>11. Kadzdzabat tsamuudu bithaghwaahaa<br/><font color="#FF8C00">(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,<br/></font><br/>12 .idzi inba'atsa asyqaahaa<br/><font color="#FF8C00">ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,<br/></font><br/>13. faqaala lahum rasuulullaahinaaqatallaahi wasuqyaahaa<br/><font color="#FF8C00">lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".<br/></font><br/>14. Fakadzdzabuuhu fa'aqaruuhaa fadamdama 'alayhim rabbuhum bidzanbihim fasawwaahaa<br/><font color="#FF8C00">Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),<br/></font><br/>15. walaa yakhaafu 'uqbaahaa<br/><font color="#FF8C00">dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.<br/></font><br/><br/><br/>

Bakti Kepada OrangTua Yang Sudah Meniggal Dunia

Berbakti kepada orangtua yg sudah meninggal dunia Dpt dilakukan dgn berbagai cara. Salah satunya dgn mendoakan dan beristighfar memohon amp...